KOTA, Radar Tulungagung – Disaat banyak pelaku bisnis mengalami penurunan omzet di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang, namun hal itu tidak berlaku pada pelaku bisnis ikan cupang. Justru mereka mengalami peningkatan signifikan.
Kenaikan permintaan ikan cupang disebabkan beberapa faktor, salah satunya dampak diterapkannya pembatasan aktivitas di luar rumah. Sehingga, banyak masyarakat banyak membeli ikan tersebut untuk melampiaskan kejenuhan.
Tapi yang harus diingat bagi pelaku bisnis ikan cupang, harus bisa menjaga trend tersebut agar permintaan tetap tinggi dan harga bagus. Ini bisa tercapai jika mampu menjaga kualitas ikan cupang.
Salah seorang pelaku usaha ikan cupang, Ego Putra Aritama mengatakan, memang di tengah pandemi permintaan ikan cupang meningkat drastis. Pada tiga bulan terakhir saja, tiap bulannya bisa mengeluarkan 500 ikan cupang jenis koi galaxy, galaxy multicolor dan yellow base multicolor. Jika dinominalkan pada Juli menghasilkan Rp 5 juta, Agustus Rp 4,5 juta dan September Rp 5,5 juta. “Saya biasanya melayani pembelian se-pulau jawa,” tuturnya.
Ego –sapaan akrabnya menjelaskan, memulai bisnis ikan cupang tidak memerlukan banyak biaya. Bermodal sekitar Rp 1,5 juta, sudah bisa membeli 1.000 bibit ikan cupang galaxy, dua kolam dengan masing-masing memiliki kapasitas 500 ikan cupang serta pakan dan vitaminnya. Sedangkan jam kerjanya hanya pagi dan sore. “Dalam jangka waktu dua bulan bisa menghasilkan berlipat ganda jika dijual satuan tidak menggunakan kropyokan,” jelas pemilik akun instagram @norbit_betta.
Meningkatkan trend pasar ikan cupang, dipicu masih sedikitnya ikan cupang jenis galaxy, banyak orang menggemari ikan cupang dan pembentukan genetik pada tiap jenis ikan cupang. Namun, kesulitannya saat ini berada di jasa pengiriman yang overload saat pademi Covid-19. “Pengirimannya agak sulit, karena terkadang overload,” papar pria berkacamata itu.
Sementara itu, praktisi sekaligus pengamat ekonomi, Dr. Deny Yudiantoro, SAP, S.Pd, MM mengungkapkan, peningkatan harga ikan cupang sebenarnya terjadi karena mekanisme pasar. Saat jumlah produksi stagnan, sedangkan jumlah permintaan mengalami kenaikan. maka akan terjadi kenaikan harga. Tingginya permintaan ikan cupang sebenarnya juga korelasi dampak diterapkannya PSBB. “Saat masyarakat diimbau tetap di rumah, maka yang terjadi banyak hobi baru yang bermunculan, termasuk memelihara ikan cupang. Selain hobi juga digunakan untuk menghilangkan kejenuhan dan untuk menghilangkan stress,” ungkapnya.
Pria yang juga menjadi dosen itu menambahkan, fenomena tersebut pastinya peternak akan mengatur strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selaras dengan hukum permintaan dan penawaran, yakni pada suatu masa nanti saat permintaan mulai menurun tetapi produksi meningkat, harga pasti terkoreksi. Diharapkan peningkatan harga ikan cupang tersebut tidak hanya sekadar trend sesaat, sehingga para peternak ikan cupang mampu menjaga eksistensi. “Strategi utama adalah tetap mempertahankan kualitas produksi supaya hasil budidaya ikan cupang tidak hanya terserap pasar lokal tapi juga bisa memenuhi pasar di luar negeri,” tambah Deny, sapaan akrabnya. (*)
Editor : Anggi Septian Andika Putra