Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kapasitas TPA Segawe  Makin Kritis

Choirurrozaq • Senin, 19 Oktober 2020 | 18:38 WIB
kapasitas-tpa-segawe-makin-kritis
kapasitas-tpa-segawe-makin-kritis

KOTA, Radar Tulungagung - Dari hari ke hari, sampah masih menjadi permasalahan yang tidak ada habisnya. Bahkan dalam sehari diperkirakan produksi sampah yang ada di Kabupaten Tulungagung mencapai 100 ton sampah. Tak heran kondisi ini membuat tempat pembuangan akhir (TPA) Segawe di Kecamatan Pagerwojo mengalami overload. "Ini karena memang luasan lahan yang digunakan dengan sampah yang diproduksi tidak seimbang. Luas TPA hanya 5 hektare, sementara masyarakat dalam sehari bisa memproduksi 100 ton sampah," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Santoso melalui Kabid Tata Lingkungan TPA, Makrus Manan.


Makrus melanjutkan, meskipun telah mengalami overload, namun pemerintah terpaksa masih terus menggunakannya sampai saat ini. Ini dikarenakan belum adanya TPA lain yang dapat digunakan. Namun demikian, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 50 hektare di kawasan Perhutani Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir sebagai TPA yang baru. "Di Banyuurip ini lahan yang kami siapkan sekitar 50 hektare, jadi sudah 10 kali lipat lebih luas daripada lahan di TPA Segawe. Sehingga diharap cukup untuk menampung," terangnya.


Namun demikian, ia tak menampik jika alih fungsi TPA tersebut belum terlaksana. Sebab sampai saat ini lahan tersebut masih dalam proses perizinan dan persiapan yang lain. Sehingga pembuangan sampah sampai sekarang tetap dilakukan di TPA Segawe.


Menyikapi hal ini, Makrus pun mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dengan sampah. Utamanya dalam melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang. Selain itu masyarakat dapat menerapkan 3R (reuse, reduce, recycle) dalam pengelolaan sampah. Ini sebagai upaya untuk mengurangi limbah sampah di kalangan rumah tangga. “Masyarakat bisa menerapkan dengan 3R. Reduce yaitu menimbun sampah organik, Reuse yakni memanfaatkan kembali sampah dan Recycle yakni mendaur ulang sampah seperti menjadikan pupuk organik,” ungkapnya.


Seperti diberitakan sebelumya, Pemkab berancang-ancang untuk memindahkan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) Segawe pada tahun depan. Alasannya TPA Segawe kini kian penuh. Sebab area tersebut setiap hari menampung 70 ton sampah kiriman masyarakat Tulungagung. Padahal luasannya hanya sekitar 5 hektare saja. Sehingga pemkab berencana memindahkan ke lokasi baru di Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir. (*)


 

Editor : Choirurrozaq