KOTA, Radar Tulungagung — Hari demi hari berbagai wilayah sebaran Covid-19 di Tulungagung mulai berubah menjadi zona hijau. Bahkan per tanggal 12 November ini tercatat hanya satu dari 19 kecamatan yang masih zona merah. Jika dipersentasekan tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Tulungagung mencapai 90,2 persen. Artinya tingkat kesembuhan Covid-19 di Kota Marmer cukup tinggi. Meski demikian masyarakat diimbau selalu menerapkan protokol kesehatan.
Wakil Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, saat ini Tulungagung mengalami peningkatan signifikan dalam penanganan Covid-19. Pasalnya dalam mekanisme penanganan Covid-19 sudah membuahkan hasil yang bagus. Indikasinya, hanya ada satu kecamatan di Tulungagung yang masih menjadi zona merah. “Itu menunjukan bahwa faskes serta SDM yang ada sudah bekerja maksimal dalam menangani Covid-19,” tuturnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung itu menjelaskan, di Tulungagung transmisi lokal turut berperan penting dalam penyebaran Covid-19. Namun dengan banyaknya wilayah yang menjadi zona hijau, menunjukan bahwa transmisi lokas di Tulungaung semakin menurun. “Ini menunjukan bahwa kita sudah pada jalur yang benar dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.
Tim GTPP tetap optimistis setidaknya dalam dua minggu ke depan bisa segera menjadi zona hijau dan diakui secara nasional. Kendati demikian, di satu sisi harus optimistis di lain sisi juga harus realistis. Pihaknya akan terus berupaya agar Tulungagung bisa bebas dari Covid-19. Saat ini (12/11) tercatat ada empat kecamatan yang zona kuning, tiga kecamatan zona jingga, satu kecamatan masih menjadi zona merah serta sebelas kecamatan menjadi zona hijau. “Waspada itu harus. Dan yang terpenting harus fokus pada penanganan di kecamatan yang masih belum menjadi zona hijau,” papar mantan Camat Sumbergempol ini.
Pria ramah itu mengungkapkan, masih ada zona yang belum hijau di beberapa kecamatan di Tulungagung, itu disebabkan masyarakat mulai santai dalam menanggapi Covid-19. Hal itu terlihat dari aktivitas masyarakat Tulungagung yang sudah biasa serta masih adanya pelaku perjalanan daerah terjangkit (PDDT). “Seperti beberapa kecamatan yang berada di perbatasan langsung dengan wilayah yang masih zona jingga. Hal itu membuat kecamatan tersebut sulit menjadi zona hijau,” ungkapnya.
Saat ini Tulungagung sudah mencapai 90,2 persen tingkat kesembuhanya. Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitar Tulungagung. Maka dari pihaknya akan tetap berusaha mempertahankan agar Tulungagung bisa segara dinyatakan sebagai zona hijau. Oleh karena itu penting sekali peran aktif dari masyarakat untuk mewujudkan hal itu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. “Paling tidak angka kesembuhan di Tulungagung paling tinggi jika dibandingkan dengan kota/kabupaten sekitar,” pungkasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq