KEDUNGWARU, Radar Tulungagung- Sementara itu Kepala Desa (Kades) Winong, Kecamatan Kedungwaru Agus Satoto menuturkan, memang konsep agrowisata edukasi sayur ini diusung untuk menyongsong ketahanan pangan. Tentunya tanpa support dari DKP Tulungagung tidak akan bisa mewujudkan agrowisata edukasi sayur ini. “Jadi mulai dari benih hingga pengelolaanya kami disupport oleh DKP. Maka kami berkolaborasi untuk menjadikan kawasan yang dulunya tidak produktif ini menjadi wisata yang produktif,” ujarnya.
Agrowisata edukasi sayur winong asri ini memiliki kurang lebih 20 jenis tanaman sayur-sayuran, dengan media tanam berbeda-beda. Mulai dari media tanam tanah, polibag, hidroponik hingga aquaponik. Jadi di agrowisata ini tidak hanya ada tanaman sayuran saja, tapi juga ada ikan lele dan gurami. “Dalam pembuatan agorwisata ini dibutuhkan waktu lima bulan,” paparnya.
Agus –sapaan akrabnya menjelaskan, agrowisata edukasi sayur ini merupakan satu-satunya di Jatim. Dia berharap adanya agrowisata tersebut bisa menginspirasi kades-kades di Jatim untuk melakukan hal yang sama, guna meningkatkan kualitas ketahanan pangan di desanya. “Agrowisata ini merupakan pertama di Jatim. Tentunya hal ini sangat bagus untuk pemberdayaan masyarakat,” katanya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana