KOTA, Radar Tulungagung - Masyarakat Kota Marmer sepertinya harus lebih berhati-hati jika akan bepergian keluar rumah. Sebab, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah terjadi kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dan adanya angin monsun Asia yang masuk ke wilayah Jawa Timur (Jatim). Sehingga berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Jatim, termasuk Tulungagung.
Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan, meningkatnya curah hujan ini juga didukung aktifnya fenomena madden julian oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, gelombang Kelvin di wilayah Indonesia, dan adanya pusaran angin (sirkulasi siklonik) yang terpantau di selatan Jawa yang dapat mendorong terbentuknya daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi). “Dari kondisi tersebut, hasil analisis kami diperkirakan dalam sepekan ke depan curah hujan akan turun dengan intensitas lebat,” jelasnya.
Teguh melanjutkan, tingginya intensitas hujan kali ini juga diprediksi akan disertai kilat dan angin yang cukup kencang. Sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap bencana-bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. “Untuk itu, bagi yang hendak bepergian, sebaiknya lebih waspada. Terlebih ketika hujan turun lebat,” terangnya.
Disinggung mengenai fenomena La Nina, dia mengatakan, indeks La Nina diprediksi akan mencapai puncak pada periode Desember hingga Januari. Awal Desember ini merupakan peralihan monsun barat yang sudah mulai aktif. Dan monsun ini berkaitan erat degan pergantian musim. Selain itu, pada minggu kedua ini juga terjadi aktivitas MJO yang semakin meningkat. “Kemungkinan besar potensi curah hujan tinggi,” imbuhnya.
Dikutip dari website resmi BMKG Juanda, diperkirakan curah hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi pada periode 5-11 Desember mendatang. Sekitar 30 kabupaten di Jatim diprediksi akan mengalami cuaca ekstrem. Untuk itu, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dikonfirmasi di tempat berbeda, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung Soeroto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kesiapsiagaan bencana. Termasuk memetakan daerah-daerah yang rawan terjadi longsor dan banjir. Seperti diketahui, fenomena La Nina yang merupakan fase lebih basah atau dinginnya laut berdampak pada curah hujan di atas normal. “Kami telah berkoordinasi. Juga sudah menyiapkan wilayah mana saja yang sekiranya rawan terjadi longsor maupun banjir,” jelasnya.
Soeroto melanjutkan, setidaknya telah memetakan dua kecamatan yang masuk rawan bencana longsor. Yakni Kecamatan Pagerwojo dan Sendang. Sementara bagi masyarakat wilayah pesisir selatan, diminta untuk waspada jika terjadi banjir rob. Seperti wilayah Kecamatan Besuki. “Seperti diketahui, imbas La Nina ini tidak sama di setiap wilayah. Saya imbau masyarakat tetap bersiap siaga dan meningkatkan kewaspadaan,” terangnya. (*)
Editor : Choirurrozaq