KOTA, Radar Tulungagung - Pedagang Pasar Ngunut kini bisa tersenyum lega. Sebab, mereka bisa kembali berjualan di lokasi lama dengan bangunan baru. Itu setelah Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo meresmikannya kemarin (1/2). Peresmian pasar yang digelar di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa itu digelar terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Peresmian ini diharapkan dapat mendorong program pemulihan ekonomi daerah di tengah situasi pandemi Covid-19. Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo ditemui usai acara peresmian mengatakan, Pasar Ngunut yang ludes terbakar pada November 2019 lalu kini telah selesai dibangun ulang. Konsepnya, Pasar Ngunut kini lebih tertata, bersih dan modern. Ia meyakini, dengan infrastruktur yang memadai, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan lebih baik. “Dengan bangunan baru ini, maka dapat tercipta suasana jual beli yang nyaman. Sehingga, pasar kembali ramai dan ekonomi kembali menggeliat,” jelasnya. Maryoto menjelaskan, pembangunan yang menelan biaya sekitar Rp 16 miliar dari tiga sumber anggaran itu masih menyediakan 284 los dan kios. Namun sarpras pendukung, telah dilengkapinya. Seperti parkir yang luas, fasilitas perbankan, MCK, dan musala. “Sementara masih 284 los dan kios. Namun, ditahun ini juga kita akan melanjutkan pembangunan hanggar Pasar Ngunut. Sehingga semua pedagang sebanyak 430-an itu dapat tertampung semua,” jelasnya. Selain meresmikan Pasar Ngunut, di kesempatan yang sama Bupati Tulungagung Maryoto Birowo juga meresmikan Pasar Hewan Terpadu (PHT) yang berlokasi di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol. Peresmian ditandai dengan menandatangani prasasti peresmian bangunan PHT itu, diharapkan juga dapat memberikan tempat transaksi yang aman, nyaman, dan bersih. “Dengan ini, selain berpotensi meningkatkan pertumbuhan masyarakat setempat, juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan hakhak masyarakat akan layanan publik yang berkualitas,” tuturnya. Maryoto mengaku akan terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat melalui inovasi-inovasinya. Seperti kemarin, ia juga me-launching penarikan e-retribusi pasar. Penarikan yang memanfaatkan teknologi ini dinilai lebih efisien dan praktis. Selain itu, juga lebih transparan dan mampu mengurangi risiko kecurangan saat menarik retribusi. “Sementara pilot project masih di Pasar Panjer, Kecamatan Rejotangan. Namun ke depannya, semua pasar akan menerapkannya karena dinilai lebih efisien dan praktis,” tandasnya. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana