BOYOLANGU, Radar Tulungagung - Banjir yang melanda Kabupaten Tulungagung beberapa waktu lalu berdampak bagi lahan pertanian. Berdasarkan data, sebanyak ratusan hektare lahan sawah padi di Kabupaten Tulungagung dipastikan puso. Kendati demikian, hal tersebut diperkirakan tidak akan mengganggu stok pangan.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Tulungagung Gatot Rahayu mengatakan, bencana banjir yang melanda Kabupaten Tulungagung sangat berdampak pada tanaman padi. Pihaknya mencatat, karena bencana tersebut terdapat sebanyak 880 hektare sawah yang tergenang banjir. Menurut Gatot, sampai kini tanaman padi yang sudah benar-benar puso sebanyak 116 hektare lahan yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni Rejotangan, Kalidawir, dan Ngunut. "Luas lahan yang paling banyak terkena puso itu berada di Kecamatan Kalidawir dengan luasan lahannya mencapat 75 hektare. Itu karena di sana umur tanamannya masih muda sehingga banjir mengakibatkan tanaman rusak," kata Gatot Rahayu.
Kendati demikian, Gatot menyatakan jika kini sudah tidak ada lagi lahan yang diperkirakan akan puso. Hal itu karena dari total 880 lahan terdampak, keseluruhannya sudah surut. Mengingat beberapa hari ini intensitas hujan di Kabupaten Tulungagung sudah mulai menurun. "Beruntung, dari 880 hektare lahan yang terdampak, tidak ada setengahnya yang puso. Jadi otomatis yang sudah puso itu nantinya petani mendapat bantuan bibit untuk ditanam ulang," tutupnya.
Di tempat terpisah, Pimpinan Bulog Cabang Tulungagung Junaidi mengungkapkan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu berimbas pada lahan pertanian. Namun dengan kondisi tersebut, pihaknya tetap yakin ke depan stok pangan masih aman. "Saat kami bersama tim lapangan survei pascabanjir, ternyata di beberapa daerah seperti Kecamatan Gondang, Boyolangu, dan sekitarnya sudah ada yang mulai panen. Memang saat itu saya lihat sendiri padinya sudah tinggi-tinggi," jelas Junaidi.
Pria asal Lampung itu mengaku, target produksi cadangan pangan beras pada Bulog masih bisa terpenuhi. Menurutnya, setiap tahun pihaknya ditargetkan untuk produksi stok beras lokal sebanyak 14 ribu ton, sedangkan stok yang ada kini sebanyak 7 ribu ton. Maka dari itu, pihaknya tetap optimistis bisa melampaui target yang sudah ditetapkan, meski banyak lahan persawahan di Kabupaten Tulungagung baru saja terdampak banjir. "7 ribu ton itu stok tahun kemarin. Tahun ini kita masih proses, apalagi beberapa petani juga sudah mulai panen. Pasti kami optimistis," pungkasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq