KOTA, Radar Tulungagung – Upaya pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 terus digalakkan. Setelah melakukan vaksinasi pada pejabat pemerintahan, lansia, dan awak media, kini giliran pendidik dan tenaga pendidikan (PTK) yang menjadi sasaran vaksinasi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmad melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) dr Ana Herawati mengatakan, vaksinasi pada PTK dimulai 5 Maret (hari ini, Red) dan akan terus bertahap sesuai dengan jenjang sekolah. “Besok (hari ini, Red) vaksinasi bagi guru dimulai,” jelasnya.
Ana melanjutkan, untuk vaksinasi bagi guru dimulai pada jenjang bawah seperti TK, PAUD, SD, dan MI. Kemudian akan bertahap pada jenjang SMP, MTS, SMA/SMK, MA, dan dosen atau perguruan tinggi. Ini untuk mengukur ketersediaan vaksin yang ada di gudang farmasi Dinkes Kabupaten Tulungagung. “Sementara kami mulai dari jenjang TK dan SD dulu karena ketersediaan kami juga masih terbatas,” terangnya.
Sama seperti pada pejabat pemerintah, mekanisme vaksinasi akan dilakukan di puskesmas wilayah sekolah masing-masing. Nantinya para guru akan menerima SMS blast mengenai jadwal dan lokasi vaksinasi. Setelah mendapatkan SMS, guru wajib melakukan konfirmasi kehadiran.
Disinggung mengenai target sasaran, Ana mengatakan, sampai kini tercatat sebanyak 6.496 PTK yang akan menerima vaksin. Dari jumlah tersebut, kemungkinan masih akan mengalami penambahan seiring berjalannya proses verifikasi dan validasi (verval) data. “Kami tidak bisa mem-breakdown dari enam ribu itu jumlah guru TK berapa karena data ini juga bersifat fluktuaktif,” terangnya.
Sementara itu, dikonfirmasi di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono mengimbau seluruh guru yang telah menerima SMS blast jadwal vaksinasi dapat mengikuti ketentuan sebagaimana mestinya. Sebab, program vaksinasi bagi PTK ini sangat penting untuk keberlangsung pembelajaran di sekolah. “Saya harap yang sudah menerima SMS dapat segera mengikuti vaksin seperti ketentuan. Karena ini juga untuk pembelajaran nantinya,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Yoyok ini melanjutkan, pihaknya telah melakukan pendataan melalui data pokok pendidikan (dapodik). Ini untuk seluruh PTK di semua jenjang. Baik PAUD, TK, SD, hingga SMP , baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN atau guru tidak tetap (GTT). “Semua saya usulkan, nanti mana yang akan divaksinasi duluan atau seperti apa, biar satgas maupun dari tim kesehatan yang menentukan,” terangnya.
Yoyok pun berharap, nantinya jika program vaksinasi bagi PTK telah berjalan, semua guru dapat mendukung dan berpartisipasi. Sebab, vaksinasi ini juga diharapkan menjadi upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkup sekolah. Selain itu, jika program vaksinasi ini dapat berjalan sukses, tentu akan berimbas pada keberlangsungan pembelajaran. Salah satunya dapat dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. “Kalau semua sudah divaksinasi, sekolah kan bisa konsentrasi persiapan fasilitas untuk protokol kesehatan (prokes),” tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq