Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sebaran Cermin Cembung Belum Ideal

Choirurrozaq • Selasa, 30 Maret 2021 | 16:10 WIB
sebaran-cermin-cembung-belum-ideal
sebaran-cermin-cembung-belum-ideal

KOTA, Radar Tulungagung - Jumlah traffic mirror atau rambu cermin cembung di Kota Marmer saat ini dinilai belum ideal. Bahkan tak sedikit dari yang terpasang jadi sasaran vandalisme dan rusak. Padahal, keberadaannya dapat meminimalisir tabrakan di tikungan tajam.


Kondisi itu dibenarkan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro. Dia menjelaskan sebaran cermin cembung lalu lintas ini belum merata. Total yang terpasang masih 60 persen dari titik rawan dengan kondisi tikungan tajam. Rata-rata yang belum terpasang di daerah pinggiran. "Masih 60 persennya. Beberapa lokasi wisata, seperti arah Sine, atau arah Pagerwojo sudah kita pasangi," katanya.


Bahkan jumlah kebutuhan cermin cembung, kata Galih, bisa bertambah. Karena saat ini banyak ruas jalan kabupaten yang padat arus lalu lintas, seiring perkembangan daerah yang menambah daya tarik berupa tempat wisata. Sehingga, lokasi yang sebelumnya belum terpetakan titik rawan kecelakaan menjadi terpetakan harus dipasang cermin cembung. "Keberadaan cukup membantu pengendara menimalisir timbulnya kecelakaan saat melintas di tikungan tajam," tuturnya.


Namun sayang tak sedikit yang terpasang jadi sasaran vandalisme. Bahkan ada yang rusak, akibat tertabrak pengguna jalan. Seperti di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, satu cermin cembung pecah.


"Untuk jumlahnya yang rusak dan jadi sasaran vandalisme berapa itu perlu inventarisasi lebih dulu. Karena tak semua dari kita. Ada yang pengadaan sendiri, misal dari APBDes ataupun lainnya," terangnya.


Disinggung apakah ada pengadaan cermin cembung di tahun ini, mantan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung ini mengatakan ada. Rencananya hanya lima set dengan diameter 80 mm. Jumlah ini diketahui lebih kecil daripada pengadaan tahun tahun sebelumnya, yakni pada 2019 sebanyak 34 set dan 2020 sekitar 14 set. "Ini (pengadaan,red) hanya 5 set karena anggaran kami terbatas. Beberapa pos anggaran di-refocusing untuk penanganan Covid-19. Bahkan kegiatan marka pun tidak ada untuk tahun ini akibat refocusing itu," tandasnya.


Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Choirul mengatakan keberadaan cermin cembung cukup membantu pengendara yang melintas terlebih disimpang tiga atau di tikungan tajam. Karena bisa mengetahui pengendara yang akan berpapasan dengannya. Namun tak sedikit pula pengendara yang acuh dengan cermin cembung tersebut, hingga menerobos saat melintas. "Kalau saya sih berguna dan efektif. Menimalisir kecelakaan juga. Apalagi di tikungan tajam," tandas pria asal Kecamatan Kedungwaru ini. (*)

Editor : Choirurrozaq