Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Temukan Makanan Tercemar Bakteri

Choirurrozaq • Rabu, 21 April 2021 | 20:14 WIB
temukan-makanan-tercemar-bakteri
temukan-makanan-tercemar-bakteri

KOTA, Radar Tulungagung – Masyarakat Kota Marmer sepertinya harus lebih waspada sebelum membeli aneka produk pangan. Utamanya untuk memenuhi kebutuhan saat bulan Ramadan dan Hari Raya idul Fitri nanti. Sebab, masih ditemukan beberapa produk pangan yang tidak sesuai dengan standard kesehatan. Bahkan beberapa di antaranya diduga telah tercemar bakteri Salmonella. Yakni bakteri penyebab tifoid atau tifus.


Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan (perbekes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Masduki mengatakan, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di sejumlah toko atau ritel pangan, dan toko modern pihaknya menemukan rata-rata pemilik toko belum menerapkan pengendalian hama dengan baik. Sehingga masih ditemukan banyak makanan atau produk pangan yang terkontaminasi. “Dari hasil sidak kami, program pengendalian hamanya belum dilakukan optimal sehingga banyak produk makanan yang diduga sudah tercemar bakteri,”jelasnya.


Dia melanjutkan, program pengendalian hama yang belum optimal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya gigitan tikus pada berbagai produk makanan. Selain itu petugas juga menemukan tumpukan bekas kemasan makanan yang dimanfaatkan sebagai sarang tikus. “Artinya masih banyak sekali pelaku usaha yang belum menerapkan pengendalian dengan baik. Karena pengendalian hama ini menjadi faktor kritis terhadap kualitas makanan,” terangnya.


Tak hanya menemukan produk makanan yang diduga sudah tercemar, petugas juga menemukan sejumlah produk makanan yang sudah dalam kemasan rusak dan memiliki izin edar yang sudah tidak berlaku. Untuk itu masyarakat diimbau untuk lebih teliti lagi dalam melakukan pembelian produk pangan.


Utamanya untuk mengecek kode produksi, izin edar dari BPOM, hingga masa kedaluwarsa sebuah produk. Sebab ketiga poin ini menjadi kunci utama untuk menjamin sebuah produk pangan bagi konsumen.


Ditanya mengenai tindakan tegas terkait temuan sejumlah produk yang tidak layak, Masduki mengaku, pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha ini. Sebab di tengah situasi Covid-19 seperti sekarang, para pelaku usaha pangan seperti ini menjadi salah satu roda penggerak ekonomi. Dia berpesan, pada seluruh pemilik usaha produk pangan untuk melakukan pembersihan dan pengendalian hama selama berkala. Sebab ini sebagai salah satu upaya untuk menjamin keamanan pangan untuk konsumen.


Sementara berdasarkan pantauan Koran ini, petugas menemukan beberapa produk pangan sudah dalam kemasan yang rusak. Seperti bocor, dan terdapat gigitan tikus di beberapa titik. Selain itu, dalam penataan produk, juga masih ditemukan sisa bekas kotoran dan air kencing tikus. Dengan demikian produk-produk yang ada dipastikan telah terkontaminasi bakteri Salmonella yang bersumber dari tikus. (*)

Editor : Choirurrozaq