Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Baru Dikunjungi 43 Orang

Choirurrozaq • Senin, 24 Mei 2021 | 21:24 WIB
baru-dikunjungi-43-orang
baru-dikunjungi-43-orang

KOTA, Radar Tulungagung - Menumbuhkan minat literasi tampaknya masih menjadi PR besar bagi pemerintah. Terlebih dengan kondisi pandemi seperti kini, pembelajaran tatap muka (PTM) belum dapat dilakukan dan harus melalui daring. Tentu kondisi ini berimbas pada minat baca siswa. Jika biasanya dapat berkunjung ke perpustakaan, hal tersebut tidak lagi dapat dilakukan. Tak heran kondisi ini juga berimbas pada jumlah kunjungan pembaca di perpustakaan daerah (perpusda) Kabupaten Tulungagung.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Tulungagung Heru Santoso, melalui Kabid Perpustakaan Waridi mengatakan, penurunan jumlah kunjungan di perpustakaan sudah terlihat sejak Februari 2020 lalu. Bahkan penurunannya mencapai 50 persen jika dibandingkan pada 2019 lalu saat pandemi Covid-19 belum melanda. “Dibilang turun pasti turun. Ada pandemi ini, perpustakaan juga sempat beberapa kali tutup karena tingginya kasus Covid-19,” jelasnya.


Waridi melanjutkan, pada 2019 lalu angka minat baca rata-rata dalam sehari dapat mencapai 250 hingga 300. Namun pada 2020 hanya berkisar 75 hingga 150. Ini karena sejak Maret 2020 pelayanan perpustakaan sudah mulai terbatas. Dari semula pengunjung dapat membaca dan meminjam buku di tempat, pada Maret 2020 pembaca hanya diperbolehkan meminjam buku. Selanjutnya pada awal April 2020, perpustakaan hanya melayani pengembalian buku. Namun, kini perpustakaan telah dibuka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Selama 2021 kami baru mulai buka pada 17 Mei lalu. Layanan sudah kembali, tapi dengan prokes yang ketat,” terangnya.


Sementara, dari data yang berhasil dihimpun Koran ini, sepanjang 2020 kemarin jumlah kunjungan mencapai 17.113 orang. Sementara pada 2021 ini baru 43 orang. Jumlah ini memang tidak sebanding, mengingat perpustakaan yang berada di dekat Aloon-aloon Tulungagung ini baru membuka layanan pada 17 Mei lalu. Namun, pembaca masih dapat mengakses buku melalui platform digital (e-book).


Namun, Waridi tak menampik akses pada e-book juga belum sepenuhnya maksimal. Mengingat yang dapat mengakses hanya masyarakat yang telah menjadi anggota tetap Perpusda Tulungagung. Sementara untuk menjadi anggota, harus memiliki KTP Tulungagung. “Digitalnya hanya sebatas membantu bagi mereka yang tidak dapat berkunjung ke sini. Selama sudah menjadi anggota perpustakaan, bisa mengakses lengkap,” urainya.


Sekadar informasi, sampai kini Perpusda Tulungagung memiliki koleksi sebanyak 27.354 judul buku dengan jumlah 52.681 eksemplar. Sementara untuk e-book sebanyak 649 judul. (*)

Editor : Choirurrozaq