Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Data SDGs 257 Desa Molor

Choirurrozaq • Kamis, 3 Juni 2021 | 16:20 WIB
data-sdgs-257-desa-molor
data-sdgs-257-desa-molor

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Pendataan sustainable development goals (SDGs) di Tulungagung tidak sesuai dengan yang telah ditargetkan. Hal itu karena ada permasalahan update data di beberapa desa. Akhirnya, membuat beberapa desa mengalami keterlambatan untuk menyetorkan data SDGs.


Kabid Perencanaan dan Pembangunan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung Anasrudin mengatakan, SDGs itu untuk memberikan rekomendasi kebutuhan apa saja yang perlu dikerjakan atau dibutuhkan oleh desa. Rekomendasi tersebut berupa data yang diusulkan kepada pemerintah pusat. Hal ini dimaksudkan agar pembangunan desa untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa dapat segara tuntas. “Data itu nanti akan menjadi rekomendasi. Sehingga apa yang direncanakan bisa tepat sasaran dan bisa dirasakan oleh masyarakat. Seperti percepatan pembangunan desa hingga pengentasan kemiskinan,” tuturnya.


Namun, pendataan SDGs di desa-desa Tulungagung belum bisa dilakukan secara penuh. Padahal, Mei 2021 ini merupakan target akhir untuk menyetorkan data SDGs. Keterlambatan ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya kendala desa untuk melakukan update data di dalam musyawarah desa (musdes). Sehingga pendataan belum bisa dilakukukan secara menyeluruh. “Kami menargetkan Mei 2021 itu selesai. Namun ternyata masih ada kendala di desa dalam memperbarui datanya. Akhirnya membuat keterlambatan ini,” terangnya.


Anas, sapaan akrabnya menjelaskan, jika dipersentasekan, capaian data SDGs di Tulungagung itu masih sekitar 11 persen jika dilihat dari aplikasi yang ada. Sedangkan kalau dilihat secara manual, capaian data SDGs desa-desa di Tulungagung itu sudah mencapai 50 persen. “Sebenarnya sudah 50 persen melakukan pendataan. Tapi data itu belum keseluruhan di-input pada aplikasi,” jelasnya.


Disinggung bagaimana jika ada desa yang tidak menyetorkan data untuk SDGs, pria berkacamata itu mengungkapkan, ketika ada satu desa yang tidak menyetorkan data, tentu akan berpengaruh pada proses percepatan pembangunan desa. Maka dari itu, pihaknya berharap seluruh desa di Tulungagung bisa segera menyelesaikan data SDGs. “Kami berharap 257 desa di Tulungagung bisa melaksanakan SDGs. Dengan harapan, adanya program SDGs, pembangunan desa bisa melangkah sesuai data SDGs. Jadi apa yang sudah direncanakan bisa tepat sasaran,” pungkasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq