PAGERWOJO, Radar Tulungagung - Jalan yang menjadi jalur alternatif Tulungagung-Ponorogo tampak kian memprihatinkan. Jalan yang berada di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, itu retak berpotensi ambles hampir separo jalan.
Salah satu warga sekitar, Sujarwo menjelaskan, kondisi jalan retak tersebut sudah diketahui warga dan pemerintah desa setempat sekitar tiga bulan lalu. Setelah diguyur hujan dengan intensitas curah yang tinggi hingga mengakibatkan tanah disekitarnya gerak. "Awalnya, retakannya kecil di bagian tepi saja. Setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi tiga bulan lalu, kalau tidak salah menyebabkan retakan jalan aspalnya itu meluas dan amblas," katanya.
Lantas, kondisi jalan itu mengakibatkan arus lalu lintas antarkabupaten itu terpaksa berjalan bergantian. Sebab, kondisi retakan tersebut memakan hampir separo jalan. Sebagai penanda, di lokasi retakan dipasang road barrier.
"Bus Damri atau truk masih bisa lewat. Tapi nggak bisa simpangan dengan kendaraan lain. Karena retakannya panjang hampir 10 meter dan luasannya memakan hampir separo jalan," tuturnya.
Pria kelahiran 1965 ini mengatakan, semestinya jalan tersebut sudah dilaporkan ke dinas terkait. Untuk segera ditindaklanjuti. Menyusul lokasi jalan yang berada di tepi tebing, apabila diguyur hujan lagi dengan intensitas tinggi, dikhawatirkan dapat ambles hingga mengakibatkan jalan tersebut putus. "Kami berharap segera ada tindak lanjutnya. Karena ini jalan poros desa dan merupakan jalur alternatif Tulungagung-Ponorogo," tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq