KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Anggaran yang besar membuat program geographic information system (GIS) di Tulungagung tidak akan selesai tahun ini. Bahkan, hingga kini masih hanya ada dua kawasan yang dilakukan pemetaan GIS secara manual. Yakni kawasan kota dan Gondang yang masih berjalan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Cahya Tirta Agung Kabupaten Tulungagung Joko Purnomo mengatakan, jika melihat biaya yang harus dikeluarkan untuk program GIS, pada tahun ini tidak akan bisa terealisasi secara keseluruhan di Tulungagung.
Meskipun sebagian sudah masuk dalam perencanaan, dan kini pihaknya masih melakukan pemetaan secara manual terlebih dahulu sebelum masuk program GIS. “Kalau dilihat dari budget-nya sangat besar (program GIS, Red), tapi saya kurang tahu rincinya berapa,” tuturnya.
Memang jika dilihat dari SDM dan alat belum mencukupi. Maka dari itu, pihaknya menggunakan pihak ketiga untuk melakukan pendataan secara manual sebelum masuk program GIS. Dari hasil pemetaan secara manual, untuk kawasan kota atau Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru sudah selesai dilakukan. Kini sedang proses pemetaan di kawasan Gondang. “Rata-rata dalam satu tahun kami hanya bisa melakukan pemetaan secara manual dua kawasan saja. Sebab, butuh anggaran besar untuk melakukannya,” terangnya. (*)
Editor : Choirurrozaq