Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ini Cara Tradisional Netralkan Kandungan Sianida Dalam Ubi Gadung

Choirurrozaq • Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:27 WIB
ini-cara-tradisional-netralkan-kandungan-sianida-dalam-ubi-gadung
ini-cara-tradisional-netralkan-kandungan-sianida-dalam-ubi-gadung

KOTA, Radar Tulungagung – Peristiwa keracunan ubi gadung hingga menewaskan Bejo, 78, warga Dusun Bago, Desa Sidem, Kecamatan Gondang, menyedot perhatian publik. Sebab ubi gadung sering jadi pilihan bahan pangan alternatif yang kaya karbohidrat. Bahkan beberapa daerah di Kabupaten Tulungagung sukses mengembangkan olahan  tanaman tersebut menjadi produk keripik.


Inspektur Pangan Tingkat Lanjut Kabupaten Tulungagung Masduki, menejelaskan, sebenarnya sudah diterapkan secara turun temurun oleh masyarakat. Yakni dengan merendamnya di abu kayu setelah dikupas dan diiris tipis minimal dua hari. Setelah itu dicuci dengan air mengalir. Cara tradisional ini dinilai ampuh mengurangi dan menetralkan kandungan sianida dalam ubi gadung tersebut. "Itu ilmu turun temurun. Saya rasa masyarakat sudah tahu. Bahkan kami juga sering memberikan edukasi," tuturnya.


Meski demikian, dia mengakui, banyak yang lengah dan sulit membedakan dengan jenis ubi lainnya, misalnya saja dengan ubi gembolo. Karena cirinya yang nyaris sama dan warnanya sama-sama berwarna gading. Namun ubi gadung berbentuk bulat diliputi rambut akar yang besar dan kaku. Sedangkan ubi gembolo ukurannya tidak terlalu besar, namun dagingnya akan berpori setelah di masak.


"Apabila sampai ada keracunan dengan gejala pusing, mual sebaiknya cepat datang ke fasilitas kesehatan agar segera dapat pertolongan," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq