BOYOLANGU, Radar Tulungagung-Akibat pandemi Covid-19, sebagaian banyak pembudidaya ikan konsumsi harus berpindah ke budi daya ikan hias. Hal ini disebabkan banyak ikan konsumi yang tidak bisa dijual serta harga yang fluktuatif dan cenderung merugikan petani ikan konsumsi.
Agar kondisi ikan konsumsi bisa kembali normal, pihaknya telah melakukan berbagai macam cara. Salah satunya adalah memasukan produk ikan konsumsi dalam penanganan stunting. Alhasil, saat ini harga ikan konsusmi mulai stabil di pasaran. “Sekarang harga ikan gurami basah sudah Rp 27 ribu, kalau kering Rp 24 ribu. Harga itu sudah kembali mendekati kondisi normal. Dan untuk pembudidaya ikan konsumsi sudah mulai melirik lagi,” ujar Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Tulungagung Lugu Tri Handoko.
Selain masalah harga ikan konsumsi, pria berkumis tipis itu juga menambahkan, kini pembudidaya ikan dihadapkan dengan masalah tingginya harga pakan ikan. Persoalan tersebut berada di pabrik pembuatan pakan ikan. Karena sampai sekarang belum ada kebijakan subsidi pakan ikan dari pemerintah pusat. Selain itu, pihaknya juga tengah membentuk kelompok pakan pembudiaya ikan. Hal ini bertujuan agar pembudidaya ikan bisa memproduksi pakan mandiri. “Kami sudah membahas dan mengusulkan keluhan pembudidaya ikan mengenai tinggi harga pakan ikan. Kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” paparnya. (*)
Editor : Choirurrozaq