KOTA, Radar Tulungagung – Kepastian pembangunan Jembatan Ngujang I dengan konstruksi lebih kukuh belum menampakkan tanda-tanda kejelasan. Meskipun, analisis dampak lingkungan (amdal) dan analisis dampak lalu lintas (andalalin) dari pembangunan jembatan yang menghubungkan Tulungagung-Kediri tersebut telah selesai disusun.
Terkait konstruksi pembangunan Jembatan Ngujang I, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung Maryani, melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Subianto menjelaskan, sesuai amdal yang sudah disusun, jembatan lama akan dibongkar total dengan konstruksi yang lebih kukuh. Keterangan yang diterimanya, jembatan tersebut diperbaiki, bukan berarti tidak layak digunakan. Yakni karena Jembatan Ngujang I tersebut sudah berumur, dibangun tahun 1980-an. Dengan jenis konstruksi jembatan adalah jembatan rangka jenis calender hamilton (CH), apabila ada kerusakan di salah satu komponen, rawan merembet ke komponen lain.
"Semestinya sesuai amdal yang sudah tersusun. Namun, kemarin kami mengusulkan untuk dibangun jembatan duplikat. Pertimbangannya soal dampak arus lalu lintas apabila dilakukan pengalihan arus saat bangunan Jembatan Ngujang I dibongkar total. Tapi belum ada tindak lanjut," tuturnya.
Dia menjelaskan, diperkirakan perbaikan jembatan itu membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun pengerjaan. Sehingga proyek nasional seperti ini dikerjakan dengan tahun jamak (multiyears). "Biasanya pekerjaan besar seperti jembatan itu multiyears. Semoga segera ada kabar baik," pungkasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq