KOTA, Radar Tulungagung – Upaya pemutusan rantai penularan coronavirus disease (Covid-19) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Setelah menemukan puluhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) positif korona setelah mengikuti latihan dasar (latsar), kemarin (21/6) memperluas proses tracing. Kali ini proses tracing dengan melakukan pengambilan swab antigen terhadap 155 mentor dan 130 CPNS yang sebelumnya telah menjalani isolasi mandiri (isoman). Hasilnya, petugas menemukan sekitar 28 orang positif swab antigen.
Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmad melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Didik Eka Sunarya Putra mengatakan, 28 orang ini terdiri dari 22 dan 6 orang lainnya mentor CPNS. “Dari hasil pemeriksaan kami, ada lagi sekitar 28 orang yang positif swab antigen,”jelasnya.
Dia melanjutkan, pemeriksaan swab antigen ini baru dilakukan setelah lima hari peserta latsar menjalani isoman. Ini dikarenakan masa infeksi virus. Sehingga hasil pemeriksaan lebih valid. “Kalau tidak saat puncak infeksi bisa dimungkinkan hasil yang didapat negatif palsu,” imbuhnya.
Pria berkumis tipis ini menambahkan, melihat kondisi dan hasil pemeriksaan kini, kemungkinan besar proses penularan terjadi ketika peserta berada dalam satu bus. Untuk mempersempit penularan, pihaknya juga akan melakukan tracing terhadap keluarga CPNS yang positif tersebut. Kini ke-28 orang yang positif tersebut menjalani isolasi di rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) Rusunawa UIN Tulungagung dan Puskesmas Kauman. Sesuai dengan prosedur, nantinya 28 orang ini akan menjalani pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR). “21 orang di RSDC rusunawa, 2 di Puskesmas Kauman, dan 5 isoman,”urainya. (*)
Editor : Choirurrozaq