BESUKI, Radar Tulungagung – Pembangunan jalur lintas selatan (JLS) terus dikebut oleh pemerintah. Bahkan, kini kelanjutan pembangunan sepanjang 3,2 kilometer (km) dari titik Pantai Brumbun hingga Pantai Sine mulai dilakukan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Jatim-Bali, Ida Made Bagus Artamana mengatakan, sesuai kontrak, kegiatan lanjutan pembangunan jalur pantai selatan (pansela) itu akan selesai pada akhir Desember 2021 ini. “Yang bagian timur ini yaitu Brumbun-Pantai Sine, panjang sekitar 3,2 km. Target selesai Desember 2021 mendatang,”jelasnya.
Arta melanjutkan, target pembangunan ini sama dengan kegiatan pembangunan infrastruktur di ruas Popoh-Brumbun dengan panjang kurang lebih 2,5 km. Nantinya jika kedua bagian ini telah selesai 100 persen, akan dilanjutkan dengan pembangunan hingga perbatasan Blitar. Diperkirakan pada 2025 mendatang dapat tersambung secara keseluruhan antara Blitar-Trenggalek melalui Tulungagung. “Sesuai target yang kami sepakati, diperkirakan sekitar 2025 akan tersambung secara keseluruhan dari Blitar hingga Trenggalek,”terangnya.
Pria berkacamata ini mengungkapkan, pada proyek JLS ini masih terdapat sekitar 28 km panjang ruas jalan yang belum tersambung. Rencananya, dari 28 km tersebut, 14 km akan dilelang tiga bulan mendatang. Yakni dari ruas jalan dari Pantai Sine hingga batas Blitar. Sementara 14 km sisanya akan dianggarkan di loan fase kedua pada 2023 mendatang dan target selesai pada 2025. “Untuk 14 km jalan dari Pantai Sine hingga batas Blitar ini sudah dianggarkan sekitar Rp 500 miliar (M) dan 14 km sisanya akan dianggarkan pada 2023 mendatang,” urainya. (*)
Editor : Choirurrozaq