NGUNUT, Radar Tulungagung – Kabar gembira bagi para pedagang pasar Ngunut. Harapan untuk segera menempati los dan kios baru akan segera terwujud. Sebab, pembangunan dua hanggar yang merupakan sisa dari pembangunan 2020 lalu direncanakan akan segera dibangun pada Agustus mendatang. Lantaran revitalisasi pasar Ngunut tahap kedua telah masuk tahap lelang.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, Fajar Widariyanto mengatakan, harga perkiraan sendiri (HPS) revitalisasi pasar yang terbakar November 2019 silam ini senilai Rp. 3,7 miliar (M). Sampai kini proses lelang masih terus berlangsung sebelum proses pembangunan dilakukan. “Sekarang masih berlangsung, HPS-nya senilai Rp 3,7 M,” jelasnya.
Dia melanjutkan, sama seperti sebelumnya, revitalisasi tahap kedua ini bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Perdagangan (Kemendag). Paket ini mulai masuk ke LPSE pada 21 Juli lalu. Hingga kini sudah ada sekitar 95 rekanan yang ikut dalam lelang tender revitalisasi pasar Ngunut tahap kedua. “Prosesnya sekarang masuk pada tahap pembukaan dokumen penawaran,” terangnya.
Dia mengungkapkan, proses tender terbagi menjadi beberapa tahapan. Antara lain adanya kualifikasi dokumen. Di dalam dokumen tersebut dilakukan pengecekan, seperti dokumen perizinannya, apakah sudah mempunyai SIUP atau belum, tak kalah penting juga pengecakan akta pendirian perusahaan.
Sementara itu, dikonfirmasi di tempat terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung Tri Hariadi mengatakan, revitalisasi pasar Ngunut tahap kedua tersebut merupakan pembangunan lanjutan dari dua hanggar tambahan di sisi utara pasar. Sebelumnya, pihaknya telah menerima transfer dana dari Kemendag untuk dilakukan revitalisasi. “Sudah masuk tahap lelang di LPSE,”jelasnya.
Dia melanjutkan, sesuai dengan rencana sebelumnya, nantinya akan dibangun dua hanggar di utara pasar. Ini termasuk los dan kios yang akan digunakan untuk pedagang loak, sepeda bekas, pakaian dan beberapa pedagang lainnya. Nantinya jika proses transfer usai akan masuk tahap perencanaan dan dilanjutkan dengan lelang. Diprediksi pembangunan paling cepat dapat dilakukan sekitar awal Juli mendatang.
Sementara dari data yang tercatat di disperindag, terdapat sekitar 50 pedagang yang akan menempati hanggar baru ini. Namun karena saat ini hanggar belum siap maka puluhan pedagang ini terpaksa masih menempati tempat penampungan sementara (TPS). “Nanti yang belum tertampung akan masuk di hanggar ini, sementara ya di TPS dulu,”terangnya.
Disinggung mengenai anggaran, mantan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tulungagung ini mengatakan, sesuai dengan jatah yang telah ditentukan diperkirakan pembangunan hanggar pasar Ngunut akan menelan biaya Rp 4 miliar (M). Dana ini diambilkan dari APBN. Diperkirakan nantinya pembangunan dua hanggar ini dapat menampung sekitar 100 pedagang.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan pedagang pasar Ngunut yang menjadi korban kebakaran dapat menempati kembali los dan kios sejak (25/1) lalu. Ini setelah pemerintah melakukan pengundian tempat sebagai penentu lokasi kios dan los yang akan ditempati usai pembangunan pada Desember lalu. Saat itu terdapat sekitar 280 pedagang yang mengikuti undian tempat. Sementara total pedagang pasar Ngunut sebanyak 330 pedagang. Karena anggaran pembangunan terbatas akibat refocusing Covid-19, maka hanya 280 unit yang siap. Sementara sisanya harus menempati TPS hingga dua hanggar baru siap dibangun pada pertengahan 2021. (*)
Editor : Choirurrozaq