Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dapur Jadi Arang, Belasan Ayam Terpanggang

Choirurrozaq • Sabtu, 31 Juli 2021 | 18:45 WIB

GONDANG, Radar Tulungagung – Katiyah, warga Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, hanya bisa pasrah. Dapur rumahnya terbakar dan belasan ayam miliknya terpanggang hidup-hidup, kemarin (30/7). Diduga amukan si jago merah itu disebabkan sisa api bekas memasak ketela di tungku.


“Saya memasak ketela itu kemarin malam (29/7) dan merasa apinya sudah mati. Kalau hidup, seharusnya sudah sejak pagi terjadi kebakaran,” ujar Katiyah saat ditemui di lokasi. 


Dia masih heran bila dapurnya terbakar. Lantaran saat pagi Katiyah sama sekali tidak memasak di tungku. Hanya masak lauk di kompor di dalam rumah. Setelah itu pergi ke Pasar Desa Gempolan untuk menjajakan ketelanya.


Dia pulang ke rumahnya pukul 10.30 WIB lalu tidur di kamarnya. Selang 30 menit, Katiyah mendengar suara berisik yang berasal dari dapurnya. Lalu dia mengecek dan kaget karena dapurnya telah terbakar. Mengetahui itu, dia langsung meminta tolong ke warga setempat untuk membantu memadamkan api.


“Untungnya keluarga dan warga gotong royong agar api dapat cepat dipadamkan. Ketika petugas pemadam kebakaran datang, hanya pendinginan saja sehingga tidak ada api yang tersisa,” terangnya.


Dekat dapur rumahnya terdapat belasan ayam yang berkeliaran sehingga ikut hangus terbakar. Katiyah menyesali kematian ayamnya dengan menunjukkan hewan itu berwarna hitam gosong. Dapurnya telah rata dengan tumpukan kayu-kayu yang hangus. Bahkan alat dapur seperti panci dan wajan juga terbakar.


Sementara itu, menurut Kabid Pemadam Kabakaran (Damkar) Kabupaten Tulungagung Gatot Sunu Utomo, petugas menerima laporan pada pukul 11.10 WIB. Lalu petugas tiba di lokasi kejadian 20 menit kemudian dan hanya melakukan pendinginan.


“Dugaan kami karena ada sisa api yang berasal dari tungku bekas memasak milik korban. Api cepat membakar habis dapur karena dinding terbuat dari bambu dan banyak bahan bakar kayu,” katanya.


Beruntung, api tidak merembet hingga ke seluruh bagian rumah. Gatot mengapresiasi penanganan cepat dari warga setempat agar api tidak semakin besar. Kkerugian yang ditaksir dari kejadian ini diperkirakan mencapat Rp 10 juta. (*)

Editor : Choirurrozaq