BESUKI, Radar Tulungagung - Puluhan pengunjung wisatawan masih terlihat di Pantai Popoh. Meskipun masih dalam masa PPKM tidak menghalangi mereka untuk berwisata, secara resmi pengelola wisata masih menutup pantai. Namun masih diperbolehkan untuk wisatawan lokal. “Jalan menuju pantai tidak ditutup karena sekitar banyak kantor instansi. Namun sejak PPKM dan adanya surat edaran bupati, kami meniadakan karcis,” ujar Koordinator Lapangan Pantai Popoh, Jumaliton Yahya, kemarin (8/8).
Pada gerbang masuk Pantai Popoh pun telah ditempel pemberitahuan bila pantai masih tutup untuk sementara. Jadi membuat beberapa kendaraan bernomor polisi selain AG terpaksa harus putar balik. Hal itu juga yang memengaruhi kondisi pantai sepi wisatawan. Bahkan warung-warung makan, toko oleh-oleh, dan penginapan tampak tak berpenghuni.
Beberapa warung memang terlihat masih buka untuk melayani wisatawan lokal. Namun, banyak juga pedagang yang memilih untuk tutup dan menunggu masa PPKM selesai untuk berjualan kembali. Karena sepi dan ramainya warung juga tergantung dari wisatawan Pantai Popoh.
Mali mengatakan, meskipun masih dalam masa PPKM dan hanya wisatawan lokal yang berkunjung, masih terlihat ramai daripada masa gelombang Covid-19 tahun 2020. Masa PPKM kali ini diperkirakan terdapat 50 wisatawan dalam sehari, tahun lalu hanya belasan orang yang terlihat mengunjungi pantai.
Melihat bertambahnya pengunjung lokal di Pantai Popoh pada masa PPKM, Mali menilai hal itu karena masyarakat telah biasa dengan keadaan normal baru dan sadar untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak tertular virus Covid-19. “Kami telah menyediakan posko kesehatan. Bila menemukan pengunjung yang suhunya di bawah 36 derajat, akan kami instruksikan untuk istirahat di posko atau langsung pulang saja,” terang Mali, saat ditemui di Pantai Popoh. (*)
Editor : Choirurrozaq