BESUKI, Radar Tulungagung – Pantai Gemah di Desa Koboireng, Kecamatan Besuki, kini dipenuhi tumpukan sampah berupa bongkahan kayu di sepanjang bibir pantai. Diperkirakan limbah tersebut berasal dari kiriman Sungai Niyama.
“Tumpukan sampah karena pasangnya air laut. Selain itu merupakan limbah dari Sungai Niyama yang berasal dari parit raya di Trenggalek dan parit agung di Besuki sehingga masuk ke Teluk Popoh,” ujar Ketua Pokdarwis Pantai Gemah, Imam Rojikin, kemarin (10/8).
Sampah dari Teluk Popoh terbawa ombak hingga akhirnya terdampar di Pantai Gemah dan pantai di sekitarnya. Kondisi pantai yang kotor itu terjadi selama masa PPKM berlangsung sejak pertengahan Juli hingga kini. Namun, pihak operasional Pantai Gemah tetap membiarkan hal tersebut karena belum ada dana kebersihan.
Dia mengatakan, akan membersihkan sampah tersebut jika wisata Pantai Gemah ini diperbolehkan untuk dibuka secara umum yang berarti menunggu masa PPKM selesai. Namun hingga kini PPKM terus diperpanjang hingga 16 Agustus. Itu yang membuat kondisi wisata pantai semakin memburuk. Bahkan banyak warung dan jasa penyewaan motor ATV yang gulung tikar. “Kalau kondisi normal sebelum pandemi korona, bila ada sampah langsung kami bersihkan. Apalagi kami ada Jumat bersih. Sebelum wisatawan masuk, kondisi Pantai Gemah telah dipastikan bersih dari sampah,” terangnya.
Ketika kondisi wisata Pantai Gemah ditutup sementara, beberapa warga setempat masih terlihat berkegiatan di pantai. Namun, masih banyak terlihat wisatawan yang nakal menerobos masuk ke kawasan pantai. Padahal semua gerbang telah ditutup dan terdapat peringatan penutupan sementara.
Sementara itu, Imam juga mengungkapkan bila beberapa pelaku usaha yang memilih menutup warung atau jasanya banyak beralih menjadi pemecah batu. Mereka mengambil batu limbah dari proyek jalur lintas selatan (JLS) dan memecahnya menjadi batu split atau kriyak lalu menjualnya sebagai bahan bangunan. Sebagian pelaku usaha yang sebelumnya bertani, kembali ke lahannya.
Dia berharap pandemi korona segera mereda dan masa PPKM tidak diperpanjang kembali. Wisata-wisata pun bisa buka kembali meskipun dengan syarat mematuhi prokes ketat. Selain itu, keadaan ekonomi warga di sekitar wisata juga dapat kembali pulih. (*)
Editor : Choirurrozaq