Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

30 Mahasiswa Asing di UIN SATU Tulungagung Belum Divaksinasi

Choirurrozaq • Rabu, 25 Agustus 2021 | 19:53 WIB

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Sebanyak 30 mahasiswa luar negeri (LN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (SATU) belum divaksinasi. Pasalnya, aturan untuk pemberian vaksin mahasiswa asing ini harus memenuhi syarat yang ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).        


mereka masih harus menyelesaikan pendidikannya di Kota Marmer. Sehingga, mahasiswa  yang ada harus tetap tinggal di Kabupaten Tulungagung.


Jumlah mahasiswa LN yang kuliah di UIN SATU hingga 2021 yakni sebanyak 130 orang. Artinya, sebanyak 100 mahasiswa telah meninggalkan Indonesia dan pulang ke negara asal. Itu telah dilakukan sejak awal pandemi virus korona pada 2020. “Sehingga yang tersisa untuk sekarang, ya belum boleh keluar negeri dulu,” ujar Kasi Hubungan Masyarakat (Humas) Pengelola Hubungan Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik dan Eropa-Amerika UIN SATU, Dimas Prakoso Nugroho.


Namun, mahasiswa LN yang masih tinggal di Kota Marmer belum mendapat keputusan jadwal pelaksanaan vaksinasi. Lantaran syarat uji vaksinasi untuk warga negara asing (WNA) tidak sama seperti warga negara Indonesia (WNI). Yakni menyesuaikan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Yakni, utamanya memiliki kartu izin tinggal sementara (KITAS), dan vaksinasi program harus memenuhi kriteria usia di atas 60 tahun. “Sementara harus menunggu perkembangan kebijakan satgas (satuan petugas, Red) Covid-19,” lanjutnya.


Kendati demikian, pria yang sekaligus menjabat sebagai Dosen Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN SATU itu mengaku, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dari masing –masing negara asal mahasiswa LN itu sejatinya telah menyetujui, apabila warga negara mereka ingin mengikuti program vaksinasi. Namun belum ada perkembangan kebijakan oleh Satgas Covid-19 di Kabupaten Tulungagung. “Untuk kini diimbau stay (tinggal,Red) di asrama masing-masing. serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk menghindari paparan virus,” tandasnya.


Dikonfirmasi di tempat berbeda, salah satu mahasiswa asal Pattani, Thailand strata I (S1) jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN SATU, Rozwan mengatakan, dirinya tidak dapat mengikuti program vaksinasi yang di selenggarakan secara serentak di sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Tulungagung. “Sebab, kata mereka (Vaksinator,Red) belum ada instruksi dari Satgas Covid-19 terkait warga asing yang tinggal,” urainya dengan menggunakan bahasa melayu.


Mahasiswa semester VI yang tinggal di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Patani Indonesia (HPMI) wilayah Tulungagung itu menambahkan, dirinya ingin menunggu penyelenggaraan program vaksinasi oleh pihak kampus. Namun, berdasarkan data yang dihimpun Koran ini, program vaksinasi yang diselenggarakan oleh UIN SATU pada Kamis (12/8) lalu, hanya menyediakan dosis kedua. “Saat ini mengikuti imbauan dari kampus untuk tidak pergi kemana–mana,” tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq
#tulungagung