Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Program Pengabdian Masyarakat ITS 2021 di Kecamatan Ngunut

Anggi Septian Andika Putra • Selasa, 7 Desember 2021 | 19:05 WIB


NGUNUT, Radar Tulungagung - Usaha budi daya ikan air tawar jenis ikan gurami merupakan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang mampu menyumbang pertumbuhan perekonomian daerah dan nasional. Produktivitas kelompok pembibitan ikan ini tidak mampu memproduksi bibit ikan sepanjang tahun, karena dalam 1 tahun terdapat kurang lebih 4-5 bulan, di mana cuaca akan mencapai suhu ekstrem akibat pergantian musim.


Fluktuasi suhu yang turun 50C dari suhu rata-rata menyebabkan ikan stres dan meningkatkan perkembangan penyakit terutama jamur dan bakteri serta virus. Pada kondisi tersebut maka petani akan menghentikan proses produksi pembibitan ikan untuk mencegah angka kerugian yang tinggi.


Dalam hal teknik pembenihan dikembangkan budi daya pada kolam berbasis bioremediasi menggunakan jasa bakteri pengurai. Bakteri pengurai ini mampu menguraikan sisa pakan, feses ikan dan material lainnya yang masuk ataupun dimasukkan ke dalam air media budi daya untuk merombak air menjadi lebih subur dan sampah organik. Seperti amonia dan hidrogen sulfida pada badan perairan dapat diminimalkan sedangkan pertumbuhan plankton dapat dimaksimalkan. Sungguh pun demikian hal ini tetap tidak mampu mengatasi permasalahan angka kematian yang tinggi akibat fluktuasi suhu.


Pengalaman menunjukkan pada saat penurunan suhu 5 o C maka teknik bioremediasi tidak akan mampu bekerja sehingga tidak mampu menurunkan angka kematian ikan yang tetap sangat tinggi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan pendekatan teknik pengkondisian media air kolam, dengan media pemanas air untuk mencegah penurunan suhu air terlalu tinggi yang dilengkapi dengan sensor kualitas air meliputi pH, suhu, dan oksigen terlarut dissolved oxygen (DO) yang menjadi basis informasi valid bagi para petani ikan untuk mampu memonitoring kualitas airnya.


Dengan demikian, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini diberikan solusi, dengan menggunakan sistem unit pemanas dengan desain rocket stove serta bahan bakar kayu yang tersedia lebih luas dan murah, di samping itu lebih sesuai daripada penggunaan sumber listrik. Karena kuantitas panas yang dibutuhkan sangat besar dan akan mampu menjangkau luas kolam yang sangat besar dengan biaya operasional yang jauh lebih murah. Sistem pemanas tersebut didesain portable, sehingga desain unit pemanas dipilih menggunakan prinsip desain kapal dengan nilai draft yang besar, untuk meningkatkan luas kontak perpindahan panas dengan air dan mampu dipindahkan ke berbagai lokasi dengan lebih leluasa.


Desain kapal mini untuk pemanas kolam diharapkan mampu menjadi solusi penurunan suhu air pada kolam dan mencegah angka kematian ikan dengan disertai rekapitulasi data monitoring kualitas air yang valid dan akurat untuk kontrol kualitas air kolam. Program Abmas berbasis produk ITS ini diketuai oleh Diah Susanti, ST, MT, Ph.D, dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi (DTMM) ITS dengan beranggotakan beberapa dosen DTMM ITS, beserta George Endri Kusuma, ST, M.Sc.Eng dan Benedicta Dian Alfanda, ST, MT dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) serta didukung oleh mahasiswa-mahasiswa ITS dan PPNS. Abmas berlokasi di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung dalam rentang waktu mulai Mei-November 2021. Desa Pulosari dan desa-desa lain di Kecamatan Ngunut dan kecamatan-kecamatan sekitarnya terkenal sebagai wilayah budi daya ikan air tawar, seperti gurami, patin, nila, dan lele.


Warga setempat, Gunawan, yang mendapatkan hibah kapal pemanas mini. Dia merupakan peternak ikan air tawar yang sering mengalami kerugian besar di musim cuaca yang ekstrem. Di mana banyak ikannya yang mati karena suhu terlalu dingin. Kapal pemanas mini ini sederhana dan menggunakan bahan bakar limbah sampah organik kering yang ada di sekitar seperti kayu dan bambu, namun sangat bermanfaat dalam menjaga suhu kolam.


“Semoga dengan adanya kapal pemanas ini, jumlah ikan yang mati karena kedinginan akan jauh berkurang sehingga hasil panen meningkat,” ungkap Gunawan di sela-sela acara uji coba dan serah terima alat. Pada acara uji coba alat di kolam Gunawan digunakan dua buah kapal pemanas mini yang telah diberikan bahan bakar dari kayu dan sampah-sampah plastik. Embusan udara panas dapat mendorong kapal untuk melaju di beberapa bagian dari permukaan kolam sehingga dapat menyebabkan proses pemanasan lebih merata.


Setelah beberapa saat diperoleh kenaikan suhu dari sekitar 27 °C menjadi 29 °C. Diukur juga pH air mencapai 6,07 serta kadar oksigen terlarut sebesar 11,21 mg/liter, di mana kondisi ideal untuk kolam ikan air tawar pH adalah antara 6,5-7,5, suhu antara 25-30 °C dan kadar DO adalah kurang dari 6 mg/liter. Dengan adanya alat ukur tersebut peternak dapat menentukan langkahlangkah di dalam memodifikasi kondisi air kolam menjadi kondisi yang ideal untuk kehidupan ikan.


Pada perancangan kapal pemanas mini ini juga dilengkapi sistem peringatan ke HP peternak melalui SMS. Ketika data hasil monitoring tidak berada dalam range yang ditentukan, sistem akan mengirimkan peringatan melalui buzzer di kapal dan mengirimkan informasi peringatan ke HP pemilik kolam ikan, sehingga petani ikan bisa menyalakan tungku pemanas manual yang sudah diletakkan di perahu tersebut. Sebaliknya, ketika pemilik kolam ikan ingin mengetahui data pH, suhu, dan kadar oksigen terlarut dalam air kolam ikan secara langsung, pemilik kolam ikan cukup mengirimkan SMS dengan keyword yang sudah terprogram ke modul GSM system sehingga pemilik kolam ikan akan menerima data update terkini dari sistem. (diah susanti st, mt, ph.d,/din)


Editor : Anggi Septian Andika Putra
#tulungagung #berita tulungagung #radar tulungagung #radar tulungagung tv #kabupaten tulungagung #info tulungagung