Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pijat Ketok Palu ala Warga Plosokandang Miliki Pasien hingga dari Mancanegara

Anggi Septian Andika Putra • Selasa, 7 Februari 2023 | 14:13 WIB

Puluhan tahun buka praktik pijat tradisional ketok palu, Kholil sempat dapatkan pasien hingga mancanegara. Umumnya pijat tradisional ketok palu dapat meredakan persoalan penyakit persendian. Namun Kholil pemilik panti pijat Al Amin juga mahir dalam pengobatan patah tulang hingga ruqiah.

Praktik pijat tradisional ketok palu milik Kholil tidak pernah sepi pengunjung. Praktik pijat di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, tersebut bahkan sempat menangani pasien dari mancanegara.

Berangkat dari latar belakang pemijat, pria berumur 50 tahun tersebut memulai membuka praktik pijat tradisional ketok palu tersebut sudah sejak 25 tahun silam. Artinya separo dari usianya dihabiskan untuk melakoni pekerjaan pijat memijat tersebut. “Dari buyut, kakek dan bapak saya itu dulunya pemijat. Jadi memang latar belakang keluarga pemijat semua,” jelas Kholil kemarin (6/2).

Uniknya praktik pijat itu dengan ketok palu. Metode pijat dengan membenturkan dua palu ke tubuh umumnya dapat meredakan persoalan penyakit perihal persendian. “Biasanya seperti penyakit rematik, pegal-pegal, lutut yang tidak bisa ditekuk, saraf kejepit dan sakit lutut,” ucapnya.

Kemudian untuk meredakan penyakit persendian butuh penanganan yang intensif.

Menurut dia, intensitas penanganan pijat ketok palu selaras dengan tingkat derita dari penyakit tersebut. Berdasarkan pengalamannya minimal membutuhkan penanganan sebanyak dua kali untuk meredakan penyakit tersebut. “Tergantung penyakitnya, kalau parah butuh penanganan sampai delapan kali. Tapi biasanya itu dua kali itu rata-rata mereka sudah tidak kembali lagi, artinya sudah sembuh,” paparnya.

Tidak hanya terapi pijat tradisional ketok palu, Kholil juga mahir dalam pengobatan patah tulang atau sangkal putung dan ruqiah. Tak ayal praktik pijat tradisional miliknya tersebut ramai didatangi pasien dari beragam wilayah dan banyak diminati masyarakat. Bahkan sempat menangani pasien dari mancanegara, seperti Malaysia dan Taiwan. “Kalau di Indonesia, dari Pacitan, Malang, Trenggalek, Blitar. Ada dari luar pulau, Palembang, Banjarmasin hingga Papua Barat,” ungkapnya.

Kemudian untuk tarif dalam satu kali pengobatan, Kholil mematok harga Rp 100 ribu. Itu lengkap dari mulai penanganan pijat hingga jamu dan ramuan yang diraciknya. Sebelumnya dia tidak pernah memasang tarif dalam penanganan pijat dan hanya dengan ongkos seikhlasnya. Namun terdapat oknum dari pasien tersebut membayar jasa pijat hanya dengan amplop berisi kertas undangan. “Saya merasa dilecehkan ketika mendapatkan amplop berisi kertas undangan itu, makanya setelah itu saya pasang tarif,” pungkasnya.

Manfaat dari praktik pijat tradisional milik Kholil tersebut dirasakan Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, Murti. Dia datang ke Panti Pijat Al Amin tersebut untuk mengobati ayahnya yang menderita penyakit prostat. Setelah tiga minggu mendapatkan pengobatan di panti pijat tersebut, perubahan kesehatan dari ayahnya berkembang secara signifikan. “Awalnya itu buat kencing saja sulit, sekarang alhamdulillah sudah mulai membaik,” tutupnya. (*/din) Editor : Anggi Septian Andika Putra
#Pijat ketok palu #pijat pakai palu #pijat unik plosokandang