Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Naas, Balita Asal Bendiljati Wetan, Tewas Tercebur di Kolam Saat Ambil Dot

Anggi Septian Andika Putra • Jumat, 10 Februari 2023 | 18:11 WIB

Tulungagung – Bocah dua tahun berinisial AA asal Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, ditemukan meninggal dunia oleh ibunya di kolam depan rumahnya kemarin siang (9/2). Padahal sebelumnya, mereka berdua tidur bersama di kamar. Peristiwa itu menjadi kasus pertama, setelah 2022 lalu terdapat puluhan kasus serupa.

Kapolsek Sumbergempol AKP Guruh Yudhi Setiawan mengatakan, AA tewas di dalam kolam pembibitan ikan gurami kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelum duhur, AA tidur siang di dalam kamar bersama ibunya, Siti Nurjannah. Namun, diduga saat Siti masih tertidur, AA terbangun lebih dulu hingga keluar kamar. “Korban membuka pintu kamar sendiri. Kebetulan pintunya berupa pintu geser yang mudah dibuka oleh anak kecil. Mungkin karena dia bosan dan ingin bermain. Apalagi, pintu rumah tidak ditutup,” terang Guruh Yudhi Setiawan. Korban lalu berjalan ke arah kolam yang ada di samping kiri rumah, yang berjarak sekitar 5 meter dari rumahnya. Dia lalu naik ke atas tangga kolam dan bermain di atas tembok kolam dengan membawa dot dan botol susu. Diduga, dotnya jatuh ke dalam kolam. Korban diduga berusaha mengambil botol susu miliknya yang mengapung di air kolam.

Setelah itu, korban terjatuh ke dalam kolam dengan air berkedalaman 60 sentimeter (cm) tersebut. Lalu, Siti terbangun dan tidak menemukan sang buah hati di sampingnya. Dia lantas mencari di sekeliling rumah, hingga dia yang kali pertama menemukan anaknya berada di dalam kolam. Teriakan Siti mengundang warga sekitar berdatangan. Tubuh AA diangkat dari dalam kolam dan dilarikan ke rumah sakit swasta terdekat untuk tindakan pertolongan. Namun, sesampainya di rumah sakit, petugas medis menyatakan AA sudah meninggal dunia. “Saat ditemukan, kondisi tubuh korban masih terasa hangat. Jadi dibawa ke rumah sakit, harapannya bisa diselamatkan. AA diperkirakan meninggal sekitar 15 menit sebelum tubuhnya ditemukan,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada para pemilik kolam ikan agar memasang pagar pengaman. Pagar pengaman ini bukan hanya untuk melindungi anak kecil, melainkan juga lansia dari kecelakaan terjatuh ke dalam kolam. “Pemasangan pagar di tepi kolam bisa mengurangi risiko kecelakaan karena terjatuh ke dalam kolam. Saya minta masyarakat memperhatikan faktor keselamatan ini,” pungkasnya. (jar/c1/din) Editor : Anggi Septian Andika Putra
#tenggelam #tulungagung #sumbergempol #korban kolam #balita