Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, rumah sakit tipe D tersebut memiliki cakupan di beberapa wilayah Kecamatan Tulungagung bagian selatan. Utamanya adalah masyarat Campurdarat, Bandung, Pakel, Besuki, Tanggunggunung, Kalidawir sampai Kecamatan Pucanglaban. Masyarakat di beberapa kecamatan tersebut terlalu jauh apabila dalam mencari pelayanan kesehatan harus beranjak ke Tulungagung kota. Maka di wilayah selatan harus disediakan rumah sakit untuk pelayanan kesehatan.
“Masyarakat Kalidawir dan Pucanglaban bagian selatan, ketika naik turun wilayah pegunungan sudah sampai di sini (RSUD Campurdarat dr Karneni, Red). Kalau harus ke Tulungagung kota tentu akan jauh,” katanya setelah meresmikan RSUD Campurdarat dr Karneni, kemarin (20/3).
Bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Selaras dengan lima program prioritas nasional yang di dalamnya juga ditekankan kepada pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kesehatan menjadi sebuah kebutuhan primer yang harus terus ditingkatkan tingkat pelayanannya.
Dia berharap, masyarakat akan semakin mudah untuk memperoleh kebutuhan primer di bidang kesehatan, dengan diresmikannya RSUD Campurdarat dr Karneni. “Kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat untuk terus ditingkatkan dalam hal pelayanan agar masyarakat betul-betul nyaman dalam memperoleh layanan kesehatan,” tandasnya.
Direktur RSUD Campurdarat dr Karneni Tulungagung, dr Rio Ardona mengatakan, sebelum dilaksanakan peresmian dari 93 tempat tidur tingkat keterisiannya hunian ada diangka 20 sampai 30 persen. Harapannya akan terus meningkat setelah diresmikan dan bisa dimanfaatkan masyarakat luas sehingga pelayanan kesehatan di wilayah Tulungagung selatan bisa maksimal. “Ketersediaan tempat tidur kita masih banyak,” jelas Rio, sapaan akrab pria tersebut.
Rencana pengembangan RSUD Campurdarat dr Karneni, lanjut dia, kurun waktu satu atau dua tahun akan naik ke tipe C. Penambahan infrastruktur dan sarpras akan terus dilakukan guna mencapai tujuan tersebut. Di sisi lain, sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tulungagung juga mulai direncanakan rumah sakit tanggap bencana pada tahun ini. Dengan bekerja sama bersama stakeholder, perencanaan akan disusul dengan persiapan sarana dan prasarana dan tahun 2025 rumah sakit tersebut, bakal memiliki call center untuk tanggap bencana di Tulungagung.
Dia melanjutkan, meski baru diresmikan, rumah sakit yang dinakhodainya dalam hal pelayanan juga sudah memiliki instalasi gawat darurat, poli klinik rawat jalan, rawat inap, ruang rawat intensif. Sekarang pun sudah bisa melayani pasien baik umum, memakai asuransi kesehatan serta masyarakat miskin dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu juga bisa mendapatkan full pelayanan kesehatan.
“Untuk sumber daya manusia (SDM) kita masih dalam tahap aman, dengan memaksimalkan yang sudah ada dahulu baik dari eks puskesmas maupun penerimaan baru CPNS tahun kemarin,” katanya. (nul/din) Editor : Nurul Hidayah