Tulungagung- Sepanjang 2 kilometer (km), 100 lebih aspal berlubang menghiasi ruas Jalan Raya Tulungagung-Campurdarat tepatnya di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Akibatnya, jalan tersebut rawan terjadi kecelakaan dan jika hujan tiba genangan menyebar.
Meski banyak jalan berlubang, berdasarkan pantauan Koran ini, ruas jalan tersebut menjadi jalur utama kendaraan-kendaraan berat. Truk bermuatan batu dan pasir hampir setiap menit melewati, begitu juga dengan bus pariwisata yang mengandalkan akses tersebut. Kondisi diperparah dengan tidak adanya saluran drainase di samping kiri maupun kanan jalan.
Jika tak ingin celaka, pengendara motor harus berhati-hatian saat melewati ratusan lubang tersebut. “Untuk kecelakaan yang dialami pengendara motor itu sering. Terbanyak terjadi pada dini hari menjelang Subuh serta malam hari lepas pukul 23.00 malam,” terangnya.
Itu disinyalir karena pemotor melaju kencang dan tidak menyadari ada banyak lubang karena penerangan terbatas saat malam. “Mereka tidak tahu kalau di sini banyak lubang di jalan dan mesti lajunya kencang. Apalagi saat kondisi jalan sepi saat dini hari maupun malam hari,” jelas Reza, sapaan akrab pria tersebut.
Untuk pagi hari, jalanan menjadi macet karena penuh dengan siswa yang hendak berangkat sekolah. Kemacetan akan semakin parah ketika hujan karena air akan menggenang di jalanan.
Menurut dia, jalan raya di wilayah sebelah yakni Desa/Kecamatan Campurdarat sudah dibenahi beberapa waktu lalu. Bahkan, hal itu hingga berdampak air hujan mengarah ke jalan raya di Desa Pelem karena letaknya lebih rendah.
Dengan tidak adanya drainase, air yang ada di jalan raya dialirkan ke persawahan. Masalahnya, ada jarak antara jalan raya dan persawahan yang dibatasi dengan rumah warga. Bila hujan tiba, masyarakat akan membuat jalan air sendiri untuk mengarahkannya ke area persawahan.
“Beberapa kali dilakukan perawatan dan penambalan jalan oleh pemerintah, tapi tidak ada hitungan tahun sudah rusak kembali ketika hujan tiba. Masyarakat pernah menambal secara mandiri dengan menggunakan semen, tapi tidak bisa bertahan lama apabila jalan tergenang air hujan,” jelasnya.
Kondisi di atas sudah beberapa tahun dirasakan masyarakat setempat. Beberapa ruas jalan raya lain yang dahulu sama-sama mengalami kerusakan, kini di antaranya telah diaspal kembali.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Dwi Hari Subagyo menjelaskan, pembangunan ruas jalan tersebut akan diusulkan melalui Kementerian PUPR. Itu seiring dengan pendataan pembangunan jalan daerah sebagai sirip-sirip jalan lintas selatan (JLS) yang juga melewati Tulungagung.
Ketika usulan tersebut disetujui untuk dikerjakan oleh dinas PUPR, maka secepat mengkin perbaikan bisa dilaksanakan. “Masih kita usulkan melalui Kementerian PUPR. Kalau nanti pembangunannya dihibahkan ke kita (dinas PUPR, Red), alhamdulillah,” ujar Hari, sapaan akrab pria tersebut.
Dia melanjutkan, usulan pembangunan ruas Jalan Raya Tulungagung-Campurdarat di Desa Pelem bersamaan dengan banyak usulan lain. Ada dua tipe yang diusulkan. Pertama adalah jalan-jalan sirip menuju JLS di beberapa titik, sedangkan kedua adalah usulan untuk area selingkar Wilis. “Kita usulkan juga di selingkar Wilis sampai di perbatasan Kabupaten Kediri, karena akses untuk bandara agar lebih dekat,” tutupnya. (nul/c1/din) Editor : Intan Puspitasari