Tulungagung - Pemkab Tulungagung kudu tancap gas mengejar target pajak bumi dan bangunan (PBB). Bagaimana tidak, tahun ini ada kenaikan 5 persen dibanding sebelumnya. Hal ini merupakan benang merah dari melandainya pandemi Covid-19 serta keadaan perekonomian yang mulai pulih. Apalagi juga ada tambahan amunisi berupa 10 ribu wajib pajak, pemerintah daerah optimistis target bisa terpenuhi bahkan melampaui.
Target bertambah daripada tahun kemarin yang berada pada angka Rp 37,6 M.“Wajib pajak untuk PBB sekarang adalah Rp 670 ribu. Itu juga sudah naik sekitar 10 ribu dibandingkan WP tahun 2022 lalu,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung, Endah Inawati.
Dia optimistis bahwa target tersebut akan terpenuhi, bahkan bisa melampaui target yang ditentukan. Perkiraannya, pada akhir tahun pajak, sektor PBB berada di angka Rp 40 M atau lebih tinggi dari target yang telah ditentukan.
Faktor pagebluk yang sudah melandai, kemudian ekonomi di Kabupaten Tulungagung yang mengalami kenaikan, menjadi alasan kuat pihaknya yakin target bakal terlampaui. “Pada tahun kemarin saja, target PBB tercapai 103 persen,” ungkap Endah, sapaan akrab wanita tersebut.
Saat ini, lanjut dia, juga sudah dibagikan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) tahunan bagi para wajib pajak PBB. Setelahnya akan diberikan waktu kepada wajib pajak untuk membenarkan nama, luasan tanah, atau apa pun itu yang dirasa masih ada kesalahan.
Kemudian, pada 21 September nanti adalah tenggat waktu terakhir yang diberikan kepada wajib pajak untuk membayar PBB-nya.“Kemudian, antara Januari sampai April tahun depan juga akan diadakan undian kepada wajib pajak PBB dengan berbagai hadiah,” pungkasnya.
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menambahkan, warga negara yang baik adalah mereka yang taat dalam membayar pajaknya. Untuk optimalisasi PBB, pihaknya mengerahkan petugas pemungut pajak untuk melaksanakan sosialisasi kepada seluruh wajib pajak yang ada.
Dengan target yang telah ditetapkan, orang nomor satu di lingkup Pemkab Tulungagung ini juga yakin akan tercapai.“Kita selalu dikoordinasikan, dikonfirmasikan, serta dicocokkan apa saja yang menjadi persoalan. Karena tidak ada permasalahan yang tidak bisa dipecahkan dengan musyawarah,” tutupnya. (nul/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah