Tulungagung - Puput Dwi Mayangsari sukses menjalankan bisnis yang dirintis mulai tahun 2016. Sempat di-bully oleh teman-temannya waktu SMP, membuat warga Desa Wateskroyo, Kecamatan Besuki, tersebut mengubah penampilan kala itu. “Dulu waktu SMP di-bully karena tubuh saya kurang ideal. Akhirnya, saya memperbaiki jam makan dan membuat lulur untuk saya sendiri,” ucap pemilik bisnis skincare ini.
Dengan memadukan bahan-bahan alami seperti kunyit, kopi, dan susu, dia berhasil membuat lulur pertamanya saat itu. “Awalnya saya pakai sendiri, tapi karena hasilnya lumayan bagus, akhirnya saya kepikiran untuk menjualnya,” tuturnya. Niat waktu itu tidak main-main. Dia rela mengeluarkan jutaan rupiah untuk mengikuti pelatihan skincare di Bali. “Saya jadi tertarik untuk membuat produk yang lebih bagus lagi. Kebetulan waktu itu ada pelatihan membuat skincare di Bali dan saya memutuskan untuk ikut latihan tersebut,” jelasnya.
Puput sapaan akrabnya kini mampu menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya dari bisnis yang dia geluti sejak tujuh tahun lalu. Dulu dibully karena penampilan, sekarang dia sudah mampu berubah karena kerja kerasnya yang luar biasa. “Sekarang sudah berbalik. Kata teman-teman saya, sekarang saya jadi semakin glow up,” katanya. Dia berpesan bahwa sebagai wanita muda jangan sampai insecure jika penampilan belum cantik.
“Setiap wanita sebenarnya punya keunikan masing-masing. Kita harus mencintai diri kita sendiri, salah satunya dengan merawat tubuh kita,” terangnya. Gadis 24 tahun itu berharap produk olahannya nanti bisa maju dan berkembang. “Ke depan semoga bisa memiliki banyak karyawan dan menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan teruji. Menjadi salah satu pelaku UMKM di Tulungagung,” pungkasnya. (sch/c1/din) Editor : Aburizal Sulthon Hakim