Tulungagung – Kerusakan jalan yang sangat parah terjadi di Dusun Sambigede, Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol. Tepat berada di titik simpang empat menjadikan kerusakan jalan tambah merajalela hingga bahu jalan. Banyaknya aktivitas kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang lalu lalang juga menjadi salah satu faktor rusaknya jalan alternatif penghubung tiga daerah yaitu Tulungagung, Blitar, dan Kediri tersebut.
Semenjak berdirinya Jembatan Ngujang 2, jalan di dusun tersebut jadi lebih ramai dari biasanya. Dulunya yang hanya jalan pelosok sepi sekarang jadi ramai. Mulai dari sepeda motor, mobil, truk, bus dan kendaraan besar lainnya sekarang sudah biasa melewati jalan tersebut.
Miun salah satu warga setempat mengatakan, jalan tersebut sudah rusak parah sekiar dua minggu belakangan ini. Dampak yang nyata terlihat adalah adanya orang yang jatuh dikarenakan lubang aspal yang sangat dalam dan berujung menghantam roda pengendara tersebut.
Selain itu aksi protes berupa umpatan dari para pengendara juga sering terdengar oleh saksi mata. “Dalan rusak tokne ae (jalan rusak dibiarkan saja),” katanya menirukan pengendara atas umpatan yang sering didengarnya.
Berbagai upaya juga telah dilakukan pihak desa dan warga setempat. Mulai dengan menguruk lubang aspal yang dalam tersebut dengan menggunakan genteng, pasir bahkan semen. Namun usaha tersebut gagal sia-sia dikarenakan faktor kendaraan yang lewat merupakan kendaraan besar dan terus-menerus lalu lalang tanpa henti. “Sebenarnya sudah sering diuruk warga. Tapi tetap kembali rusak,” tambahnya.
Dia pun berharap, semoga jalan segera diatasi oleh pemerintah sehingga pengguna jalan bisa dengan nyaman melewati jalan tersebut. (*/rka) Editor : Aburizal Sulthon Hakim