Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Galakkan Program Desa Desmigratif, Desa Tunggangri Dikunjungi Tim Kemenko PMK

Nurul Hidayah • Jumat, 3 Maret 2023 | 18:22 WIB
Photo
Photo
KALIDAWIR - Desa Tunggangri telah ditetapkan sebagai Desa Desmigratif sejak 2019 lalu. Sebagai Desa Desmigratif, Desa Tunggangri mengantongi banyak pekerja migran Indonesia (PMI) maupun purna-PMI. Dengan kondisi itu, Pemdes Tunggangri bekerja sama dengan BUMDes terus berkolaborasi untuk kesejahteraan PMI, purna-PMI, hingga keluarga. Salah satu bentuknya pendirian Perpustakaan Srikandi.

Melalui Perpustakaan Srikandi itu akhirnya muncul inovasi baru bagi kalangan muda dalam wujud ngopi sambil belajar yang melahirkan ide brilian, seperti adanya keinginan lebih fokus berkarya di Desa Tunggangri daripada bekerja di luar negeri. Akhirnya, masyarakat lebih fokus bergiat dalam bidang pertanian, peternakan, dan perdagangan.

DAPAT PERHATIAN: Kunjungan Tim Kemenko PMK di Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir, pada Kamis (2/3). (Foto : SATRIA/RATU)

Misalnya, kelompok Mekar Jaya di Dusun Ngerawan dan kelompok Tani Muda Bangunsari. Tahun lalu, kelompok Tani Muda Bangunsari menjadi juara II se-Jawa Timur lomba agensi hayati. Maka dari itu, kunjungan Tim Kemenko PMK untuk meninjau langsung seperti apa sumber daya manusia dan sumber daya alam Desa Tunggangri. Kades Tunggangri tidak mengira inovasi desanya mendapat sorotan dari Kemenko PMK. “Salah satu sebabnya adalah di Desa Tunggangri ada petani muda yang merupakan purna-PMI yang telah sukses dibanding ketika menjadi PMI,” jelas kades 54 tahun ini.

Kemarin, Tim Kemenko PMK diterima di Dusun Kedunglele yang mayoritas masyarakatnya merupakan purna-PMI dan keluarga PMI. Di Dusun Kedunglele, ada program yang mengutamakan pemberdayaan perempuan. Kunjungan berlanjut ke Dusun Krajan di KWT Bejo Waskito untuk melihat kreativitas masyarakat memproduksi jamu yang bahan bakunya jahe primer. Saat di Desa Tunggangri, para tamu juga mendapatkan penyambutan tarian reog kendang dari SDI Al Mubarok Jabon.

Masyarakat Desa Tunggangri tak melewatkan begitu saja kunjungan Tim Kemenko PMK. Banyak harapan yang disampaikan, seperti usulan pengembangan Kedunglele, pasar desa, dan program pemberdayaan petani muda. Desa Tunggangri memiliki tiga dusun, yakni Krajan, Ngerawan, dan Bangunsari. Harapannya, pembangunan Desa Tunggangri terus berlanjut. Misalnya, pelebaran jalan menuju berbagai lokasi desa yang memiliki potensi dan realisasi konsep eduwisata. “Harapannya mampu membangun desa melalui sumber daya manusianya untuk inovasi yang lebih baik, sehingga perekonomian masyarakat bisa lebih baik lagi,” jelas Kades Tunggangri, Sri Lailatin.

Sementara itu, Deputi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri mengungkapkan, kegiatan ini merupakan koordinasi dan sinergitas Kemenko PMK di lapangan. Kunjungan ini untuk melihat pelaksanaan program Desa Desmigratif. “Sebab, sebelum bekerja para PMI juga harus mendapatkan informasi tentang bermigrasi yang aman,” jelasnya.

Selain itu, penghasilan sebagai PMI bisa dimanfaatkan dengan pengelolaan keuangan yang baik, serta keluarga di rumah juga terjaga, terutama pengasuhan anak. Menurut Femmy, penyambutan sangat baik dengan tarian reog kendang. Intinya, anak-anak tetap menjaga kelestarian kearifan lokal. Pihaknya juga menyerap informasi apa saja yang perlu dibantu kementerian terkait. “Kami juga memberi simbolis penanaman pohon dari Kemenko PMK di lokasi Kedunglele,” jelasnya.

Selain Tim Kemenko PMK dan lembaga terkait, hadir juga OPD terkait dari Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tulungagung, hingga Muspika Kalidawir. (*/c1/ynu) Editor : Nurul Hidayah
#kota tulungagung #tulungagung #tulungagung update #radar tulungagung #tulungagung hari ini #radar mataraman #tunggangri kalidawir #kabupaten tulungagung #peristiwa tulungagung #desa tunggangri #Tim Kemenko PMK