Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Debit Air Naik, Puluhan Warga Terjebak Saat Pladu di Sumbergempol

Nurul Hidayah • Selasa, 7 Maret 2023 | 18:14 WIB

TULUNGAGUNG  -  Puluhan warga terjebak derasnya aliran Sungai Brantas pada saat pladu, Senin (6/3). Mereka diselimuti rasa cemas selama 4 hingga 5 jam akibat mengikuti tradisi untuk mencari ikan mabuk tersebut.

Warga setempat, Marno menjelaskan, para korban menuju ke delta Sungai Brantas saat siang. Kala itu debit air belum tinggi sekitar selutut dan masih bisa dilewati. Kala pladu, kadangkala delta merupakan tempat dipilih warga untuk mencari ikan sebanyak-banyaknya.

Namun saat hari menjelang sore, kondisi debit air terus bertambah. Atas kondisi itu, mungkin para korban tidak berani untuk keluar dari delta karena  air sudah tinggi, berbeda saat belasan orang tersebut berangkat sebelumnya. “Para korban ini mayoritas dari jauh, tidak dari sekitar sini. Maka mereka kurang mengerti medan,” katanya.

Warga sekitar lainnya, Sunarto, merasa heran dengan pladu kali ini. Pengalaman terdahulu, biasanya air yang dikeluarkan atau flusing dari Dam Lodoyo Blitar adalah pukul 12 malam dan tercepat sampai (debit air tinggi, Red) di Tulungagung pada pukul 06.00. Kemudian pada pukul 11.00 kondisi Sungai Brantas sudah surut.

Untuk pladu kali ini, Sungai Brantas surut sampai pukul 15.00 dan tidak lama berselang air malah naik. Karena itulah mungkin banyak warga kurang mengerti pladu tetap melanjutkan keasyikan mencari ikan sampai ada puluhan orang terjebak dalam delta. “Kalau orang sudah mencari ikan, diingatkan seperti apa juga tidak percaya,” katanya.

Apalagi, lanjut dia, mayoritas yang terjebak adalah orang berasal bukan dari sekitar Sungai Brantas. Kejadian ini sangat jarang sekali bahkan belum pernah terjadi sebelumnya.

Kapolsek Sumbergempol, AKP Guruh Yudhi Setiawan mengatakan, sebanyak 71 pencari ikan terjebak aliran air deras pada saat pladu di Sungai Brantas wilayah Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol. Secara rinci sekitar 61 orang pencari ikan berasal dari Desa Sambirobyong dan 10 orang lainnya berasal dari Desa Bukur. “Alhamdulillah semua sudah menepi dan dievakuasi dengan keadaan selamat,” jelasnya.

Evakuasi puluhan pencari ikan tersebut dibantu warga sekitar telah mengetahui medan tempat kejadian perkara (TKP). Adapun mekanisme evakuasi dengan membimbing pencari ikan tersebut untuk melewati sungai yang dangkal dan ada beberapa yang menggunakan perahu.

Untuk kondisi korban diketahui mengalami lemas akibat dehidrasi. “Alhamdulillah sehat semua, hanya lemas mungkin dehidrasi,” paparnya.

Kronologi secara rinci, puluhan pencari ikan tersebut berbondong-bondong untuk mencari ikan pada saat pladu DAM Jegu. Kemudian setelah air datang, para pencari ikan tersebut tidak segera menepi hingga akhirnya terjebak di tengah sungai. “Sebelumnya daratan delta. Perkiraan sudah terjebak sekitar jam 15.00 WIB sebelum Ashar,” ungkapnya.

Disinggung untuk tindak lanjut atas kejadian tersebut, dia mengaku, telah mengimbau kepada masyarakat agar tidak mencari ikan terlebih dahulu. Apabila ingin mencari ikan sebaiknya dengan menunggu air sungai benar-benar surut. “Kita pantau dan kita imbau terus, agar tidak terjadi kejadian serupa,” tutupnya. (nul/mg2/din) Editor : Nurul Hidayah
#sungai brantas #tulungagung #sumbergempol #tradisi pladu