Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Seniman Bumi Ngrowo Sukses Gelar Ketoprak Banjaran Tumenggung Surontani

Aburizal Sulthon Hakim • Rabu, 8 Maret 2023 | 18:12 WIB

Tulungagung - Suasana Lotu’s Garden pada Senin (6/3) malam tampak lain dibanding biasanya. Di pendapa area tersebut sedang digelar Sarasehan dan Pergelaran Ketoprak Banjaran Tumenggung Surontani. Kegiatan ini melibatkan para seniman dari Bumi Ngrowo untuk turut berpartisipasi.

Sebelum pementasan ketoprak, penonton disuguhi pertunjukan gamelan dari kelompok karawitan Cahyo Yuwono. Penampilan mereka pun bisa menghibur penonton yang hadir untuk sejenak meresapi alunan gending-gending Jawa yang dibawakan secara kompak. Mereka adalah angkatan pertama pelatihan yang juga dilakukan di Lotu’s Garden, karena tersedia seperangkat gamelan slendro dan pelog.

Pemrakarsa kegiatan Laksda (Purn) Harry Yuwono mengatakan, pengambilan tema kegiatan itu bukan tanpa sebab. Dirinya ingin mengajak kawula muda untuk sejenak mengingat sejarah dan sumbangsih tokoh yang memberi warna pada daerah yang kini bernama Tulungagung. “Dalam sarasehan ini pun membahas siapa sebenarnya sosok Tumenggung Surontani berikut jasa-jasanya pada Kota Marmer,” katanya saat ditemui Koran ini.

Menurut dia, menilik dari nama tokoh yang konon senopati Kraton Mataram Islam era Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo, hampir bisa dipastikan memiliki sumbangsih tak sedikit untuk bidang pertanian di Tulungagung. Karena ketahanan pangan itu merupakan kunci dari lestarinya sebuah peradaban. “Bisa dipastikan setiap tokoh yang diterjunkan di sebuah daerah pada zaman dulu, pasti berkecimpung di dunia pertanian. Karena itu menjadi kunci dari langgengnya sebuah peradaban, tak terkecuali Tumenggung Surontani,” tambahnya.

Ayah dua putra ini tak menampik jika selama ini cukup nelangsa banyak generasi muda yang enggan terjun di dunia pertanian. Sehingga dirinya tergerak untuk memberi gambaran kepada kawula muda seperti apa dunia tanpa pertanian. Sehingga harus diberi pemahaman bagaimana caranya bertani secara efektif dan memberi hasil yang maksimal. “Makanya dengan sarasehan dan pergelaran ketoprak ini bisa memberi wawasan kepada kawula muda. Khususnya agar mereka bisa menyerap nilai-nilai peninggalan leluhur. Meskipun para tokoh tersebut sudah tiada, minimal kita bisa menghayati jasa mereka untuk diimplementasikan dalam kehidupan modern,” tuturnya.

Para penonton pun tampak begitu menikmati sajian pertunjukan tersebut. Bahkan saat sarasehan berlangsung, para kawula muda silih berganti mengajukan pertanyaan.

Menginjak pertunjukan ketoprak, penonton pun semakin terkesima melihat kelihaian para pemain dalam memerankan tokoh. Bahkan para penonton enggan meninggalkan tempat duduknya hingga pertunjukan selesai. (*/din). Editor : Aburizal Sulthon Hakim
#tulungagung #kesenian tradisional #tumenggung surontani #ketoprak