Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Korban Pladu Tulungagung Ditemukan Tak Bernyawa di Kediri

Anggi Septian Andika Putra • Kamis, 9 Maret 2023 | 07:14 WIB

TULUNGAGUNG – Jenazah Djupri, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru,  korban hanyut akibat flushing atau pladu di bantaran Sungai Brantas, ditemukan di wilayah Kediri pada Rabu (8/3) pukul 15.00 WIB.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, proses penemuan korban hanyut diduga dengan identitas Djupri berlangsung cukup panjang. Diketahui, pada kemarin pukul 06.00 WIB, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat Kediri jika ada penemuan mayat mengapung di Sungai Brantas. “Akhirnya tim saya perintahkan untuk bergeser ke tempat itu, untuk memeriksa laporan dari masyarakat. Kita masih menyebutnya Mr X,” jelasnya.

Setiba di tempat, jasad korban kembali hanyut terbawa arus sungai. Jasad korban baru dapat dievakuasi pukul 15.00 WIB. Adapun tempat evakuasi telah memasuki wilayah Kabupaten Kediri. “Baru bisa dievakuasi sore hari sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri,” ucapnya.

Lantas jenazah dibawa rumah sakit Bhayangkara Kediri untuk tindak lanjut. Ketika ditemukan, pakaian yang dikenakan korban sudah hilang dan tidak menempel di tubuh korban tersebut. “Dengan telah ditemukannya korban dan sudah evakuasi serta identifikasi, maka operasi SAR kita nyatakan ditutup,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pojok, Yudi mengatakan, berdasarkan informasi, jenazah korban Djupri yang hanyut dalam tradisi mencari ikan di bantaran Sungai Brantas tersebut diakui pihak keluarga. “Pada saat mengetahui temuan jenazah tersebut, anak serta menantu dari korban membenarkan hal tersebut,” ungkapnya.

Pihak rumah sakit Bhayangkara Kediri membenarkan bahwasanya temuan jenazah tersebut merupakan korban hanyut akibat pladu di Sungai Brantas pada Selasa (7/3) dini hari.

Jenazah akan segera dibawa ke rumah duka usai identifikasi dari rumah sakit. “Ya, dari informasi terbaru, pihak rumah sakit telah mengonfirmasi bahwasanya jenazah yang ditemukan tersebut merupakan jenazah Djupri, warga Desa Pojok,” paparnya.

Sekadar mengingatkan, tradisi mencari ikan mabuk pada saat pladu di bantaran Sungai Brantas menelan korban. Djupri, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, hanyut terseret derasnya aliran sungai pada Selasa (7/3). Korban sempat minta tolong dan melambaikan tangan sebelum sepenuhnya digulung derasnya arus. (mg2/c1/din/rka)

  Editor : Anggi Septian Andika Putra
#kediri #sungai brantas #tulungagung #tradisi pladu