Tulungagung - Jaelani kini sudah bisa menikmati hasil dari berkebun. Dia memilih menanam pohon kelengkeng jenis Itoh di sekitar rumahnya. Bangunan rumah sederhana yang berada di Desa Bangun Jaya dikelilingi tanaman pohon kelengkeng. Lingkungan rumahnya juga semakin asri karena banyak pohon kelengkeng yang berdaun rimbun.
Dulunya, Jaelani menanam pohon kelengkeng sebanyak 45 pohon. Sejak masa tanam, kini pohon kelengkeng sudah bisa berbuah dalam 2 tahun. Tentu inilah masa-masa yang dinantikan ketika berkebun. Dalam setahun, pohon kelengkeng yang ditanam Jaelani bisa mengalami masa panen 2-3 kali. Kondisi itu tergantung perawatan pohonnya. Selain itu, hasil panen tiap pohon kelengkeng biasanya mencapai 50-70 kilogram dalam sekali panen. "Hasil panen tergantung kondisi pohonnya. Keuntungan yang kami dapatkan, satu pohon bisa menghasilkan uang hingga Rp 1 juta," ucapnya.
Aktivitas berkebun di luar amanah sebagai Kades Bangun Jaya itu sangat didukung keluarga. Sang istri juga ikut membantu merawat pohon-pohon kelengkeng yang sudah ditanam di sekitar rumah. Sebab, berkebun menjadi salah satu penghasilan bagi keluarga Jaelani. (*/c1/ynu) Editor : Intan Puspitasari