Tulungagung - Jual beli pakaian bekas atau thrifting sudah menjadi trend fashion tersendiri bagi kawula muda. Bahkan, menggunakan pakaian bekas dengan merek-merek kelas internasional dapat memunculkan kebanggaan tersendiri bagi penggunanya. Hal itulah dimanfaatkan Muhammad Nasehudin untuk memulai usaha thrifting tersebut.
Pria yang akrab disapa Makibo ini menjual berbagai macam jenis pakaian, mulai dari kaus, kemeja, celana, dan jaket. Dia mendapatkan beragam jenis pakaian bekas tersebut dari beberapa distributor relasinya. “Beragam jenisnya, ada yang kaus, kemeja, celana, dan jaket. Kalau yang paling laris di momen menjelang Ramadan itu ya seperti kemeja dan jaket,” jelasnya, kemarin (20/3).
Tren thrifting yang mulai digemari kawula muda ini semakin mendongkrak alur usaha milik Makibo.
Menurut dia, dalam satu hari dapat menjual hingga 10 potong pakaian bekas miliknya. Adapun sistem penjualan yang digunakan yakni dengan cara offline atau mendisplai di toko miliknya dan online di marketplace. “Yang terlaris itu yang di online. Biasanya bisa sampai 10 potong pakaian setiap harinya,” ucapnya.
Disinggung terkait aturan pemerintah yang akan melarang transaksi jual beli pakaian bekas, dia mengaku panik dengan adanya aturan yang akan melarang transaksi jual beli pakaian bekas tersebut. Terlebih, usaha thrifting tersebut telah dilakoni sejak beberapa tahun terakhir. “Sedikit panik, Mas. Tapi bismillah saja, karena rezeki sudah ada yang mengatur. Lagian yang saya jual bukan barang haram, belinya juga pakai uang,” paparnya.
Kemudian, untuk momen-momen menjelang Lebaran seperti ini, lanjut dia, thrifting dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan barang-barang branded dengan harga terjangkau. Adapun harga dari pakaian bekas yang ia jual juga bervariatif, mulai dari harga Rp 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. “Itu tergantung merek sama kondisi pakaiannya. Kalau mereknya bagus dan kondisinya masih rapi, ya harganya juga mahal,” ungkapnya.
Adapun merek-merek pakaian bekas yang digemari oleh kawula muda yakni seperti Dickies, Fila, Ouma, Adidas, New Balance, dan merek ternama lainnya. Menurut dia, merek tersebut selalu sold out setiap kali mendapatkan stok dari merek tersebut. “Jaket seperti hoodie itu sering kosong, apalagi kalau mereknya itu merek ternama,” tutupnya. (*/c1/din). Editor : Aburizal Sulthon Hakim