TULUNGAGUNG - Truk bermuatan pasir dengan nopol AG 9894 RN harus mangkrak ditengah jalan nasional Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru Selasa (21/3) malam. Bak truk yang dikendarai Andhika, warga Nglegok, Kabupaten Blitar tersebut tidak kuat menampung beban yang dibawa sehingga ambrol di tengah jalan.
Kejadian yang mengagetkan dan membuat geger warga sekitar lokasi kejadian itu terjadi sekitaran pukul 19.00. Truk tersebut berangkat dari Kecamatan Rejotangan dengan membawa pesanan pasir untuk dikirimkan ke sekitaran jembatan Ngujang satu. “Sekitar jam tujuh tadi (Kejadiannya, red), ini dari Rejotangan mau mengirim pasir ke barat jembatan Ngujang satu,” jelas Andhika setelah kejadian.
Kurang sedikit sampai tujuan, namun truk dengan bak merah itu malah ambrol bahkan ban belakang sebelah kiri juga copot dan sempat menggelinding dijalanan. Andhika juga cukup kaget, padahal sebelumnya juga tidak ada tanda-tanda apapun dan kondisi truk juga tidak ada permasalahan.
“Tidak melaju dengan kencang dan kondisi jalan juga sedang sepi. Tapi tiba-tiba ‘bruak’, truk ambrol ke kiri,” jelas Andhika dengan wajah masih tegang.
Sekitar pukul 19.30, sebuah truk derek telah sampai untuk mengevakuasi truk yang ditumpangi Andhika. Dari pantauan koran ini, juga Nampak beberapa petugas kepolisian yang datang untuk mengatur lalu lintas agar tetap lancar. Disis timur jalan, masyarakat sekitar juga dengan khusu’ menonton evakuasi truk yang dilakukan oleh petugas. Sementara, pasir yang sebelumnya dibawa juga masih menggunung disisi jalan sebelah barat.
Akibat kejadian tersebut, membuat arus lalu lintas pada jalan nasional yang ada Desa Ngujang tersendat. Sistem buka tutup jalan diterapkan untuk mengindari kemacetan lalu lintas karena jalan tersebut selain digunakan untuk kendaraan pribadi juga sebagai akses bus dan kendaraan besar lainnya. (nul/rka)
Editor : Anggi Septian Andika Putra