Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung, Joko Purnomo mengatakan menjelaskan, mulai dari Rabu (22/3) malam terjadi hujan deras di wilayah Kecamatan Pagerwojo. Beberapa titik terjadi longsor, salah satunya adalah pada tebing pinggir sungai di Desa Mulyosari, yang tertanam pipa transmisi milik perusahaan air minum tersebut. “Area longsor itu namanya adalah Kedung Palas yang berada di Desa Mulyosari turun. Posisi pipa kota berada di tebingnya sungai yang mengalami longsor,” jelas Joko, sapaan akrabnya.
TERGANGGU: Pipa milik PDAM yang putus akibat bencana longsor. (Foto : PDAM TIRTA CAHYA AGUNG UNTUK RATU)
Pipa tersebut, digunakan untuk transmisi air baku dari intake Kedung Brubus ke instalasi pengelolaan air (IPA) Jatiwekas Kecamatan Pagerwojo. Pelayanan pada IPA tersebut, meliputi beberapa wilayah kecamatan yang mayoritas adalah area perkotaan. Yakni mulai dari Kecamatan Tulungagung, Kauman, Gondang, Karangrejo, Boyolangu, Sumbergempol, sampai sebagian wilayah Kecamatan Pagerwojo.“Itu (pelanggan di tujuh kecamatan, Red) yang terdampak. Debit air yang keluar tidak seperti biasanya,” katanya.
Dia melanjutkan, upaya perbaikan pipa transmisi tersebut sudah dilakukan. Hanya saja, lokasi longsor ternyata sangat sulit dengan masuk 3 kilometer (km) kedalam hutan. Kemudian kontur jalan juga turun naik membuat tingkat kesulitan untuk membawa alat-alat yang diperlukan terbilang tinggi.Petugas yang diterjunkan, sudah melakukan pembersihan terhadap pipa yang terkubur longsoran. Kerjasama dengan warga setempat sangat membantu, karena apabila hanya dikerjakan intern PDAM, mungkin akan membutuhkan waktu lama. “Mungkin perkiraan akan butuh waktu tiga sampai sempat hari kedepan. Jadi selama itu pelayanan kepada masyarakat belum maksimal,” katanya.
Dengan rusaknya pipa transmisi tersebut, pompa sumur emergency yang berada di Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, diaktifkan. Biasanya pompa tersebut diaktifkan mulai pagi hingga sore apabila dibutuhkan. Namun untuk kali ini, pompa air Plosokandang untuk diaktifkan selama 24 jam.“Mungkin ada salah satu perumahan di wilayah Tulungagung timur tidak teraliri air. Kita sudah siapkan pelayanan memakai tiga truk tangki untuk melayani perumahan-perumahan apabila memerlukan,” katanya.
Dia menegaskan, apabila ada informasi aduan dari pelanggan PDAM yang berada di perumahan, maka akan dilayani dengan truk tangka sudah disiapkan. “Karena kalau perumahan itu rata-rata tidak mempunyai alternatif sumur, berbeda dengan kawasan perkampungan,” tandasnya.Salah satu pelanggan PDAM Tirta Cahya Agung asal Kelurahan Sembung, Kecamatan Kota, Andrian Sunaryo menjelaskan, aliran air dari PDAM tidak seperti hari biasanya. Mulai dari Kamis dini hari, air mengalir sedikit. “Di rumah keluarnya air ‘crit-crit’ (sedikit, Red),” jelas Andre, sapaan akrab pria tersebut.
Dia menyebutkan, beberapa pelanggan PDAM di sekitaran rumahnya juga mengalami Nasib sama. Beberapa ada tidak mengalir sama sekali. Masih untung, di rumahnya memiliki alternatif lain yakni dengan pompa air sebagai antisipasi ketika air dari PDAM terjadi masalah. “Yang kasihan itu mereka yang tidak ada alternatif lain, pasti susah apalagi bulan Ramadan seperti saat ini,” tutupnya. (nul/din) Editor : Intan Puspitasari