Tulungagung - Laut selatan di Tulungagung ini memiliki potensi pantai untuk dikembangkan. Selain kujungan wisata, tak jarang dimanfaatkan untuk pengambilan gambar. Dengan catatan kondisi pantai bersih sehingga menunjang untuk pemotretan.
Apalagi sekarang ini pandemi sudah mulai hilang dan kunjungan wisata terus meningkat. Termasuk di Pantai Dlodo, Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban.Di pantai tersebut begitu luas hamparan pasir dana tergolong bersih. “Untuk kedatangan kali ini mengisi ngabuburit,” ungkap fotografer, Cahyo, Sabtu (25/3).
Dia mengaku, bersama dengan teman-teman lainnya terinspirasi dari budaya Timur Tengah dan menyesuaikan dengn tema Ramadan, yang kental dengan padang pasir. Jadi terpikirkan di pantai yang dulu sempat dijadikan tambang tersebut. konsep foto bertema Ramadan.
Hunting foto yang melibatkan beberapa dua model tersebut terasa spesial. Sebab nuansa alam lebih pas dan sangat banyak momen untuk eksplore. Fotografer lain asal Desa/Kecamatan Ngunut, Riski mengatakan, kegiatan ini sangat positif untuk menunggu waktu buka. "Karena hobi saya berfoto-foto, jadi hunting seperti ini sangat menarik untuk saya. Apalagi, temanya kali ini unik. Kita buat padang pasir yang sebenarnya lokasi aslinya adalah pantai," tuturnya.
"Seru sekali, santai-santai sambil menikmati sunset, kita juga menghasilkan karya yang luar biasa" imbuhnya.Dia berharap kegiatan seperti ini bisa berlangsung lagi dengan mengajak banyak pihak. Kalau lebih banyak yang ikut akan lebih seru. Selain motret, bisa sharing-sharing serta promosi wisata.
Sementara itu, salah satu model yang terlibat, Nofia Indah Firmani, di sela kesibukannya mengurus bisnis parfum dan pakaian, tetap selalu menyempatkan waktu untuk photoshoot.Warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru tersebut menceritakan pengalaman menarik saat proses photoshoot tersebut. Dia mengatakan bahwa cuaca hampir menggagalkan agenda fotonya. Yakni karena terjadi hujan.
Setelah menungggu hampir dua jam, hujan akhirnya berhenti pada pukul setengah empat sore. "Awalnya ragu-ragu mau berangkat atau tidak karena sudah sore dan takut jika hujan lagi. Tapi salah satu fotografer memberi informasi jika di Pucanglaban cuacanya sangat cerah. Jadi kita memutuskan untuk berangkat," tuturnya.
Setelah sampai lokasi ternyata waktu sudah mepet karena matahari sudah hampir terbenam, seketika bergegas untuk ambil posisi pemotretan. "Kita sampai lokasi sudah pukul 17.00, jadi kita ada waktu 30 menit saja karena matahari sudah akan terbenam dan kita harus berbuka" tuturnya.
Dengan gestur sudah luwes, waktu yang mepet tersebut bisa dimanfaatkannya menjadi karya yang luar biasa.Setelah semuanya selesai Nofia dan rombongannya langsung berkemas untuk pulang karena hari sudah mulai gelap dan cuaca sedikit mendung. Belum jauh meninggalkan lokasi hujan deras mulai mengguyur. (sch/c1/din) Editor : Intan Puspitasari