Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menelusuri Sejarah Nisan Kuno di Kompleks Makam Perdikan Tawangsari

Intan Puspitasari • Senin, 27 Maret 2023 | 18:45 WIB

Tulungagung - Nisan-nisan era Mataram Islam masih kental di Perdikan Tawangsari atau Desa Tawangsari. Apalagi memasuki kawasan kompleks makam. Nisan kuno begitu mendukung kajian sosok tokoh yang berperan dalam memperjuangkan Islam pada masa itu. Menarik untuk dikaji lebih luas lagi, keberadaan inskripsi kata-kata Tulungagung yang paling tua terdapat pada nisan makam Raden Ayu Sulatri (Raden Ayu Putri Alap-Alap), yaitu berangkakan tahun 1817.

Secara tidak langsung dapat dianalogikan bahwa kata ”Tulungagung” pada tahun 1817 sudah ada, mengingat pada nisan makam Raden Ayu Sulastri sudah memakai kata ”Tulungagung” (Toeloengagoeng). Tulisan inskripsi aslinya di nisan masih menggunakan tulisan Jawa.

Perdikan Tawangsari sejak awal berdiri sudah memiliki hak istimewa, yaitu sebagai tanah perdikan. Bahkan, menurut keluarga Sentono Dalem Kedaton Perdikan Tawangsari, mendapatkan layang kekancing hingga dua kali, yaitu pada masa Pakubuwono II dan Hamengkubuwono I.

Dari situ tergambarkan bahwa wilayah Perdikan Tawangsari keberadaannya sejak zaman Mataram Islam sudah ada, khususnya sosok Kanjeng Kiai Abu Manshur yang berkiprah menyebarkan agama Islam. Tidak menutup kemungkinan, nisan-nisan kuno yang berada di barat bangunan Masjid Jami’ Abu Manshur Perdikan Tawangsari merupakan khazanah kearifan lokal sejak dulu sudah ada.

Nisan yang masih utuh di kompleks Sentono Dalem Kedaton Perdikan Tawangsari, memberikan nilai-nilai penting terhadap akar historis daerah perdikan. Apalagi, terkhusus nisan tua pada makam Raden Ayu Putri Alap-Alap (Raden Ayu Sulastri). Pada nisan Raden Ayu Sulastri memberikan petunjuk mengenai inskripsi angka tahun 1817, yang sudah menyebutkan kata-kata Tulungagung. Dengan angka tahun 1817, memberi petunjuk bahwa kata ”Tulungagung” sudah memiliki peradaban kehidupan manusia.

Inskripsi Islam yang terdapat pada nisan-nisan tua tersebut mengarahkan pada akar kesejarahan daerah Perdikan Tawangsari hingga Tulungagung.Makam dan nisan leluhur merupakan identitas sebagai bukti akar historis pada daerah Perdikan Tawangsari. Meski demikian, sebagai generasi muda Tulungagung setidaknya dapat mempelajari dengan baik sejarah lokal yang terdapat di daerahnya. Kini dibutuhkan tradisi tutur tulis sebagai langkah nyata dalam mendokumentasikan ruang sejarah dan peradaban di daerah Tulungagung, khususnya Perdikan Tawangsari serta nisan kunonya. (*) Editor : Intan Puspitasari
#makamperdikan #tulungagung #sejarah #artikel