Lalu setelah lulus SMP, Laura mulai berani mengeskpresikan diri dengan cosplay. Karakter favoritnya adalah Jinx dalam game League of Legend, meski juga banyak karakter lainnya yang disukai dan pernah diperankan. Namun untuk memerankan sebuah karakter, seorang cosplayer memang harus menyelami karakter yang akan diperankan. Jadi, tidak hanya tampak luar, tetapi juga harus mengetahui karakteristik dari karakter yang akan diperankan.
Dia melanjutkan, hobinya tersebut bisa dibilang menguras kantong. Meski harganya relatif, tetapi ada satu set kostum miliknya dengan harga paling mahal sampai Rp 2 juta. Itu belum termasuk aksesori lain yang diperlukan, seperti sepatu maupun perisai atau senjata sebagai pelengkap karakter. Karena itu, dia bisa mendesain dan membuat baju sendiri.
“Makanya saya berani cosplay itu setelah lulus SMA, jadi sudah bisa mencari uang sendiri. Kalau awalnya ya disepelekan sama keluarga sendiri, dibilang hobi yang aneh dan tidak jelas gitu,” jelasnya dengan tertawa.“Cosplay ini saya anggap sebagai hobi. Jadi, mau mengeluarkan uang seberapa tetap senang,” sambung Laura.
Tidak selamanya hobinya tersebut mengeluarkan uang. Adakalanya suatu hal yang ditekuni selama bertahun-tahun bisa dimanfaatkan untuk meraih pundi-pundi cuan. Dengan basic seorang pekerja seni, dia juga bisa menjadi desainer kostum cosplay yang diinginkan pelanggannya. Kemudian, beberapa tawaran endorse juga didapatkannya sampai diundang pada beberapa event.
Dari itu semua, hal yang paling banyak dilakukan saat ini adalah menjadi seorang ilustrator kostum cosplay dengan sistem open commission atau menerima pesanan desain dari orang. Laura juga sudah mempunyai toko yang menjual perlengkapan cosplay sendiri. “Tapi pada akhirnya, saya berhasil membuktikan bahwa bisa mendapatkan pekerjaan dan menghasilkan uang dari cosplay. Karena channel dunia cosplay yang sudah terbangun sejak tahun 2014 itu akhirnya juga berguna dalam usaha yang dijalankan,” ujar perempuan 27 tahun tersebut.
Keseriusannya dalam bidang tersebut juga bisa terlihat dengan cukup seringnya dia ikut event atau perlombaan cosplay. Tidak hanya di sekitaran Tulungagung, dia juga pernah ikut lomba cosplay di Kota Malang. “Tapi, ikut event itu kebanyakan untuk menambah jaringan. Kalau mencari hadiah juaranya jelas tidak, karena biasanya juara satu dalam event cosplay hanya mendapatkan uang Rp 1 juta,” katanya. (*/c1/din) Editor : Intan Puspitasari