TULUNGAGUNG - Pembangunan perkantoran dinas baru di lingkup Pemkab Tulungagung bakal menyedot dana fantastis. Diperkirakan dana sekitar Rp 5 miliar (M) akan digelontorkan. Kawasan eks pertokoan Belga akan disulap menjadi area perkantoran dan ditargetkan akan rampung pada akhir 2023 ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Dwi Hari Subagyo menuturkan, kawasan eks pertokan Belga dipilih menjadi lokasi perkantoran untuk dinas baru Pemkab Tulungagung. Pada perencanaan awal, untuk mengubah kawasan tersebut menjadi perkantoran membutuhkan dana sekitar Rp 9 M. “Pembangunannya sudah terencana. Sebenarnya kita mengusulkan anggaran Rp 9 M, tapi turun sekitar Rp 5 M karena kemampuan keuangan yang dimiliki,” katanya, kemarin (10/4).
Setidaknya ada empat perangkat daerah yang akan dibuatkan perkantoran di kawasan Belga. Mulai dua perangkat daerah baru yakni dinas pemuda dan olahraga (dispora), serta badan riset dan inovasi daerah (BRIDa). Ada juga dua organisasi perangkat daerah (OPD) lama yakni badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM) serta inspektorat. Pemilihan empat perangkat daerah tersebut memperhatikan skala prioritas dengan kondisi masing-masing perangkat daerah.
“Selain itu, ada permintaan untuk kantor penyimpanan arsip Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tulungagung,” ujar Hari, sapaan akrab pria tersebut.
Dia mengungkapkan, sebenarnya ada juga perangkat daerah lainnya yang meminta untuk dibuatkan perkantoran pada area eks Belga. Masing-masing adalah dinas keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak (KB-PPPA), serta dinas sosial yang kondisi perkantorannya saat ini cukup memprihatinkan. Lagi-lagi, karena keterbatasan dana yang dimiliki sehingga pengadaannya mungkin akan dilakukan pada tahun depan.
“Karena dua dinas tersebut, kantornya yang ada di Desa Rejoagung juga masih bisa ditempati. Lalu, dinas pemadam kebakaran dan keselamatan masih menempati tempat lamanya. Nanti setelah BKPSDM pindah di Belga, perkantoran sebelumnya (BKPSDM, Red) bisa digunakan untuk dinas pemadam kebakaran dan keselamatan,” katanya.
Setelah survei, tidak akan ada banyak perombakan yang dilakukan untuk mengubah eks pertokoan Belga menjadi perkantoran. Perombakan yang cukup besar hanya dilakukan pada sebelah utara kawasan tersebut dengan dibangun pagar. Karena nantinya, pintu utama area perkantoran baru itu berada di sisi utara.
Dia melanjutkan, penganggaran pembangunan perkantoran dinas baru itu masuk dalam perubahan penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tulungagung tahun 2023. Apabila semua prosesnya lancar, pada bulan Juli lelang sudah selesai, dan dilanjut pada pengerjaan fisik sekitar tiga bulan. Setidaknya, pada Oktober atau akhir tahun ini, proses mengubah kawasan eks pertokoan Belga menjadi area perkantoran sudah rampung. “Perkiraannya pada akhir tahun nanti pembangunan sudah selesai,” tandasnya. (nul/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah