Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tulungagung Mohammad Fairuza Alhida memaparkan peta kerawanan bencana. Semua daerah berpotensi rawan bencana. Yakni, tanah longsor sering terjadi di daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Sendang dan Pagerwojo. Lalu, angin puting beliung dan angin kencang terjadi di dataran rendah. Seperti di daerah perkotaan, Boyolangu, Sumbergempol, hingga Rejotangan.
“Bencana angin susah diprediksi daerah kerawanannya, tapi yang pasti terjadi di dataran rendah. Namun untuk pontensi banjir masih terjadi di wilayah selatan Tulungagung, seperti Campurdarat, Besuki, Bandung, Pucanglaban, dan Kalidawir,” ujar Fairuza.
Menurut dia, memasuki musim pancaroba, cuaca sulit diprediksi. Bisa saja pagi cerah, tetapi siang hujan. Biasanya hujannya sebentar dan tiba-tiba beralih panas. Seperti itu masuk musim pancaroba. Bahkan, Rabu (12/4) malam hingga Kamis pagi terlihat hujan.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Juanda Endah Eka Kusumaningtyas menjelaskan, terdapat siklon tropis ILSA di Samudera Hindia, selatan Pulau Sumba, bergerak ke arah barat daya. Adanya siklon tropis ILSA itu secara tidak langsung berdampak terhadap adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jatim. Hal tersebut juga didukung dengan kelembapan di atmosfer lapisan rendah hingga atas yang lembab, sehingga kondisi atmosfer Jatim menjadi labil.
Prediksi siklon tropis ILSA pada 14 April atau hari ini masih di Samudera Hindia, selatan Pulau Sumba, bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Prediksinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di sebagian wilayah Jatim termasuk Tulungagung.
“Cuaca ekstrem di Jatim termasuk Tulungagung juga dipengaruhi dengan aktifnya gelombang atmosfer Rossby. Selain itu, hangatnya kondisi perairan Jatim yang menambah suplai uap air semakin banyak. Maka, cuaca ekstrem berpotesi terjadi hingga 15 April,” terangnya.
Dia menambahkan, masyarakat yang mudik diimbau agar waspada akan adanya cuaca ekstrem ini. Bisa saja cuaca ekstrem ini bertahan hingga Idul Fitri. Karena itu perlu untuk memperbarui informasi cuaca di daerahnya.(jar/c1/din/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana