Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bahan Baku Sompil Mbok Yem Wateskroyo Sama, Namun Ini yang Bikin Ketagihan

Nurul Hidayah • Jumat, 28 April 2023 | 17:27 WIB

TULUNGAGUNG – Adakah cara memasak khusus maupun bahan baku khas di Dapur Sompil Mbok Yem? Ternyata sama saja. Hal ini terlihat dari cara Supirah memasak sompil atau lontong, sayur-sayuran, dan sayur nangka memakai dua tungku dengan dipenuhi kayu dan api yang cukup besar. Bahkan, wajan yang dipakai juga berukuran jumbo karena berisikan lontong dengan jumlah banyak.

Dia menceritakan bahwa dapurnya pernah direnovasi dua kali selama menjual kuliner sompil Mbah Yem ini. Hal itu karena kondisi awal dapur yang telah rapuh dindingnya sehingga perlu dibongkar dan diganti dengan kualitas bangunan yang cukup kuat. Agar dapat melayani pembeli yang tidak sedikit.

“Dapur sompil ini buka pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Tiap hari melayani ratusan porsi dari berbagai pembeli. Bahkan dalam sehari bisa menghabiskan 10 kilogram (kg) hingga 1 kuintal beras,” terangnya.

Dia melanjutkan, meskipun lokasinya tersembunyi di rumahan desa, pembelinya banyak dari luar kota. Di antaranya, warga Trenggalek, Kediri, Blitar, hingga Jakarta pernah merasakan sompil dapur Mbah Yem. Bahkan, Lebaran tahun ini bisa melayani hingga lebih dari 200 porsi sompil dalam sehari dengan dibantu suami, anak, dan saudaranya.

Perempuan 52 tahun ini mengaku, tanpa mempromosikan warungnya di sosial media (sosmed), sudah banyak yang mengetahui dari mulut ke mulut. Beberapa pejabat juga pernah datang ke warungnya, tetapi dia lupa asal pejabat tersebut.

Supirah menyebut bahwa sompil dapur Mbah Yem ini disajikan dengan bumbu lodeh, sayur nangka, dan sambel pecel yang cukup pedas. Lauk yang tidak tertinggal, ada tempe dan rempeyek yang menjadi idola pembeli. Bahan itu yang membedakan sompil dapur Mbah Yem dengan yang lain, apalagi penyajiannya langsung berhadapan dengan dapur.

“Satu porsi sompil sekarang harganya Rp 7 ribu. Sebelumnya Rp 5 ribu. Karena bahan-bahan harganya naik sehingga tarif masakan sompil juga ikut bertambah. Syukurnya pembeli masih ramai berdatangan ke warung kami. Paling ramai ketika sore tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam,” tutur Supirah.

Saat dikunjungi kemarin siang (27/4), banyak anak muda yang memenuhi dapur dari sompil Mbah Yem. Ada yang duduk di dalam dapur dengan kursi panjang, ada juga yang duduk di luar memakai dipan persegi empat.

Salah satu pembeli sompil Mbah Yem bernama Dhea Safira mengatakan, kuliner legendaris ini diketahuinya sejak duduk di bangku SMA atau 2018. Dia cukup sering mengajak teman-teman dan keluarganya makan di sompil Mbah Yem.

“Sompil ini enak, rasa pedasnya yang membuat saya ketagihan. Apalagi, rasa tempe dan rempeyeknya beda dari sompil yang lain. Saya juga suka dengan suasananya yang rumahan banget sehingga nyaman untuk dinikmati dengan teman,” pungkasnya. (jar/c1/din/rka) Editor : Nurul Hidayah
#sompil mbah yem #tulungagung #kuliner #legendaris