Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lumbung Pangan Tulungagung Minim, 53 Unit Bisa Mencukup Kebutuhan?

Anggi Septian Andika Putra • Minggu, 30 April 2023 | 00:15 WIB

Ilustrasiilus okTULUNGAGUNG - Kalangan legislator memandang bahwa Tulungagung masih membutuhkan banyak lumbung pangan. Jumlah lumbung pangan yang dimiliki saat ini dikhawatirkan tidak akan mampu mencukupi keadaaan darurat yang bisa saja terjadi.

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung Susilowati menyebut, dari total 271 desa/kelurahan di Tulungagung, saat ini masih ada 53 lumbung pangan yang menyebar di berbagai wilayah. Mayoritas memang berada di area kecamatan yang memiliki lahan pertanian luas seperti Kecamatan Sumbergempol, Campurdarat, Rejotangan, atau berada di daerah-daerah pinggiran.

Menurut dia, setiap wilayah kecamatan idealnya harus mempunyai satu atau lebih lumbung pangan untuk menjaga ketahanan pangan di masing-masing wilayah. Atau di setiap eks kawedanan yang ada di Tulungagung ini harus memiliki lumbung pangan sendiri. “Lumbung pangan juga menjadi perhatian komisi B. Jumlah yang saat ini ada masih kurang dan seharusnya bisa ditambah,” jelas politikus PDI Perjuangan tersebut.

Kini keberadaan 53 lumbung pangan itu memang mampu mencukupi dan menjadi fondasi ketahanan pangan di Tulungagung. Namun, itu hanya dalam kondisi normal. Dia khawatir apabila nantinya Tulungagung diterpa kondisi mendesak dan mambutuhkan ketahanan pangan yang kuat sehingga jumlah lumbung pangan yang saat ini dimiliki tidak cukup. Contoh, manakala ada bencana alam atau sebuah pandemi yang dimungkinkan bisa datang kapan saja. Saat itu terjadi, paling tidak Tulungagung memiliki kepercayaan diri dalam hal ketahanan pangan ketika memiliki lumbung pangan dalam jumlah banyak dengan cadangan pangan besar. Usulan penambahan lumbung pangan yang dilakukan, pada intinya agar Tulungagung memilki banyak cadangan rawan pangan. “Sementara memang sudah cukup, hanya kekhawatirannya adalah nanti manakala ada kondisi yang mendesak. Seperti bencana alam atau sejenisnya, maka Tulungagung bisa melaluinya,” ujarnya.

Dengan ketahanan dan cadangan pangan yang melimpah, kabupaten ini tidak perlu mengandalkan stok pangan dari luar daerah karena produksi dari para petani di sini sudah mencukupi. Khususnya saat Tulungagung dilanda kondisi-kondisi tertentu yang membutuhkan ketahanan pangan daerah cukup kuat. (nul/c1/din/rka) Editor : Anggi Septian Andika Putra
#sumbergempol #Lumbung pangan #dprd tulungagung #rejotangan #campurdarat