Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kabel Perkotaan Tulungagung Semrawut, Mayoritas Pemasang Wifi

Nurul Hidayah • Selasa, 2 Mei 2023 | 18:52 WIB

Tulungagung - Keberadaan kabel-kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun perusahaan swasta lainnya mulai semrawut menghiasi sisi jalan Tulungagung. Kondisinya bisa bertambah parah seiring dengan bertambahnya waktu. Namun, kalau memang harus ditata lagi, anggaran yang dibutuhkan juga sangatlah besar.

Ketua Komisi D DPRD Tulungagung, Abdulah Ali Munib mengungkapkan, pihaknya mulai mencium semrawutnya kabel-kabel yang ada di Tulungagung sejak lama. Namun, untuk tindakan seperti apa yang dilakukan, pihak legislator juga belum bisa berbuat banyak.

Dalam beberapa hearing, pembahasan penataan kabel semrawut itu sering jadi topik. Sementara dari beberapa kunjungan kerja yang dilakukan, salah satu kota di Jawa Timur (Jatim) sudah mengatur dengan baik keberadaan kabel-kabelnya, yakni ditanam di bawah tanah. Untuk itu, di area perkotaan perlu dibangun infrastruktur di bawah trotoar yang bisa menjadi tempat kabel, saluran, atau lainnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya ada keinginan dari komisi yang dipimpinnya agar kabel-kabel itu letaknya berada di bawah. Dengan kata lain, ditanam di bawah tanah agar kondisinya tidak makin semrawut pada perkembangan zaman yang terjadi. “Perlu dibangun saluran di bawah tanah, yang di dalamnya bisa meng-cover kabel listrik, kabel milik perusahaan-perusahaan swasta, bahkan sampai pipa milik perusahaan daerah air minum (PDAM) kita,” katanya.

Salah satu alasan rencana itu sangat sulit dilakukan adalah masalah dana. Karena untuk merealisasikan keinginan itu memang harus memerlukan pendanaan yang sangat besar. Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Tulungagung, maka bisa diambil kesimpulan bahwa rencana itu cukup sulit terlaksana. “Memang belum kalau di Tulungagung, karena dana yang dibutuhkan juga sangat luar biasa besar. Ruangannya juga perlu yang luas sekali,” katanya.

Namun, untuk meminimalkan keberadaannya agar tidak semrawut, seharusnya ada koordinasi yang dilakukan sewaktu diadakan proses pembangunan. Selama ini, semua pihak seakan hanya membangun dan memasang tanpa memperhatikan penampilan kota. Bahkan, pada beberapa kasus, untuk memasang pipa atau kabel harus membongkar dahulu infrastruktur yang sudah ada. “Memang harus ada koordinasi, kalau mau membangun sekalian saja. Seperti pipa PDAM maupun saluran listrik juga harus dilakukan penataan,” katannya.

Salah satu warga Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung, Fakhrur Roziq, berpendapat bahwa keberadaan kabel-kabel di area kota ini tidak segera diatur. Bisa saja akan lebih semrawut lagi ke depannya. Karena saat ini mulai banyak pihak swasta seperti pengembang jaringan wifi yang juga menambah banyak kabel yang ada. “Internet saat ini hampir menjadi kebutuhan primer masyarakat. Dan hampir setiap rumah mulai memasang jaringan wifinya dengan kabel yang sleweran. Itu masih wifi saja, belum lagi kabel milik PLN, lampu penerangan jalan, atau lainnya,” katanya.

Dia menggambarkan kondisi kota-kota besar yang keberadaan kabelnya sudah sangat semrawut. Dengan kondisi itu, sudah sangat susah untuk melakukan pengendalian. Jika ditata ulang jelas akan membutuhkan dana yang sangat besar dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat bisa saja mandek. (nul/c1/din) Editor : Nurul Hidayah
#wifi #kota tulungagung #tulungagung #kabel #pln #kabel semrawut