Tulungagung - Akhirnya jenazah pencari ikan di tebing Banyu Mulok, Pantai Coro, Ravik Yanuar Rianto, 25, warga Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, dapat ditemukan setelah enam hari pencarian kemarin (2/5). Cuaca dan arus ombak menjadi kesulitan petugas dalam melakukan pencarian. Keluarga dan teman-temannya terlihat datang di lokasi evakuasi.
Jenazah Ravik dilaporkan ketemu pukul 08.30 WIB, tetapi baru bisa dievakuasi pukul 11.00 WIB. Itu karena harus menunggu Basarnas dan Tim Inafis Polres Tulungagung untuk proses identifikasinya. Dia ditemukan tidak jauh dari lokasi terceburnya dan dievakuasi memakai perahu karet oleh Basarnas.
“Korban ini teman komunitas saya. Korban tergabung di komunitas Paser Mania Tulungagung (PMT) yang mencari ikan dengan menambah senapan angin. Ketika kejadian, korban bersama satu orang temannya,” ujar angggota PMT, Marsudi.
Dia melanjutkan, korban tidak berada di satu lokasi dengan temannya ketika mencari ikan. Korban memilih untuk berada di tebing yang rendah, sedangkan temannya memilih tebing yang lebih tinggi karena arus ombak kurang bersahabat. Saat itu temannya telah memperingatkan korban untuk berpindah tempat, tetapi tidak dihiraukan.
Biasanya, anggota komunitas mencari ikan di tebing bawah jika ombak kecil, sedangkan jika arus ombak tinggi mencari tempat yang aman. Namun, korban justru berada di bawah, padahal telah mengetahui kondisi ombak yang mengerikan.
“Tinggi ombak 2,2 meter, kok berani korban turun. Korban tersapu ombak ketika menembak ikan. Dari keterangan temannya, korban sudah berupaya lari tetapi sudah tidak sempat. Temannya tidak berani menolong,” terangnya.
Sementara itu, Komandan Tim Ops Basarnas Trenggalek Imam Nahrowi menjelaskan, awalnya sekitar pukul 09.00 WIB kemarin, petugas menerima laporan dari para nelayan setempat terkait adanya temuan sesosok mayat pria di dekat tebing Banyu Mulok masuk Desa Besole, Kecamatan Besuki. Oleh karena itu, pihaknya bergegas ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Dari keterangan nelayan, korban ditemukan 1 jam setelah Basarnas datang. Korban diketahui ditemukan dengan jarak 200 meter dari titik jatuhnya korban. Setelah korban dievakuasi, petugas melakukan pemeriksaan. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi menggembung. Keluarga yang datang langsung bisa mengenali karena korban masih berpakaian lengkap.
“Ketika ditemukan, posisi korban tengkurap, dan syukurnya arus air tenang. Dari kemarin-kemarin arus ombak besar sehingga pencarian difokuskan pagi hingga siang. Kondisi terakhir masih utuh, tapi ada luka pada kepala dan tubuhnya membengkak,” tutur Imam.
Disinggung terkait kesulitan saat proses evakuasi, Imam mengungkapkan bahwa tidak terlalu kesulitan dan bahkan memakai perahu karet. Apalagi, kondisi ombaknya tidak lebih parah dibandingkan hari pertama pencarian. Dengan begitu, proses evakuasi terhadap korban bisa berjalan lancar dan korban bisa dibawa ke daratan. "Korban langsung dibawa ke RSUD dr Iskak untuk dilakukan visum dan pemulasaran jenazah," pungkasnya.
Untuk diketahui, Ravik Yanuar Rianto dikabarkan tercebur ke laut bebas saat mencari ikan bersama temannya di tebing Banyu Mulok pada Kamis (26/4). Sayangnya, pada hari pertama hingga kedua pencarian, petugas Basarnas Trenggalek belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban karena arus ombak yang tinggi. (jar/c1/din) Editor : Aburizal Sulthon Hakim