Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes mengatakan, pada kesempatan kali ini pihaknya me-launching produk baru dan jenis layanan baru yang belum ada di RSUD dr Iskak.
Menurut dia, karena rumah sakit pelat merah ini telah menjadi rumah sakit rujukan, maka perlu langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi dalam pelayanan medis. Diketahui, sebanyak 40 persen pengunjung dari RSUD dr Iskak merupakan pasien rujukan dari luar wilayah. “Karena rumah sakit ini sudah menjadi rujukan terutama Jawa Timur (Jatim) bagian barat, sehingga menuntut supaya rumah sakit ini senantiasa meningkatkan kompetensinya,” jelasnya.
Peresmian lobi timur di RSUD dr Iskak ini bertujuan untuk menambah kenyamanan bagi pengunjung fasilitas kesehatan tersebut. Adapun baik transit dan alur pulang pasien ke depannya akan melalui lobi sisi timur. Lobi timur RSUD dr Iskak juga menghadap langsung dengan parkir sisi timur yang lebih luas dan lega. “Akhirnya tertata rapi dan pasien juga merasa nyaman, parkir pun nantinya sekalian di sana. Ini sebagai upaya untuk mengatasi peningkatan pengunjung,” paparnya.
Tidak hanya itu, peresmian jenis layanan baru berupa ESWL merupakan langkah modernisasi dalam dunia medis yang dapat ditawarkan oleh RSUD dr Iskak. ESWL atau prosedur untuk mengatasi penyakit batu ginjal dengan menggunakan gelombang kejut ini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam dalam pengoperasiannya. “Kalau di zaman dulu itu semua operasi harus diiris. Jadi untuk mengambil batu itu harus diiris dan dibuka, tapi kalau sekarang sudah tidak perlu lagi. Batu di ginjal maupun di saluran kencing bisa menggunakan alat ini. Tanpa ada luka, tapi batunya hilang,” ucapnya.
Disinggung ihwal akses melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada teknologi bedah modern tersebut, dia mengaku, hingga kini penanganan dengan menggunakan teknologi medis ESWL ini masih dalam proses untuk dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan. “Insya Allah bisa, ini sedang berproses,” ungkapnya.
Sementara itu, dokter spesialis urologi RSUD dr Iskak, dr Ryan Akhmad A. S SpU mengatakan, alur masuk masih tetap melalui poli urologi. Ketika telah ditentukan pasiennya, maka langsung dapat dijadwalkan untuk penanganan menggunakan ESWL. “Kurang lebih penanganannya itu ya sekitar 1 jam,” ucapnya.
Setelah penanganan medis menggunakan teknologi modern ESWL, lalu menunggu sekitar 1 hingga 2 minggu setelahnya untuk evaluasi hasil penanganan medis tersebut. Selama rentang waktu tersebut, pihaknya juga akan melakukan evaluasi apabila terdapat komplikasi atau lain sebagainya. “Pemecahannya pada saat tindakan itu, sedangkan untuk evaluasinya menunggu batu itu luruh. Baru setelah satu atau dua minggu setelahnya, kita USG dan kita foto ulang bagaimana untuk rekamnya,” tutupnya. (mg2/c1/din/rka)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana